Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
21
Des '04

Seluruh Siswa Eks SMP 56 Sudah Pindah Ke Sekolah Lain


Suasana haru menyelimuti pertemuan Komite Sekolah dan para siswa eks SMP Melawai dengan sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta, Senin kemarin. Pasalnya, dalam pertemuan yang mirip reuni itu, sebanyak 54 siswa eks SMP 56 Melawai yang selama ini melakukan aktivitas belajar di pinggir jalan, secara resmi menyatakan kesediaan pindah sekolah. Mereka terdiri 26 siswa kelas VII (dulu kelas I) dan 28 siswa kelas VIII (kelas II).

Pertemuan di SMP Negeri 13, Jalan Tirtayasa Blok O No 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu dihadiri Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Rohana Manggala, Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas), Sylviana Murni, Kepala Biro Hukum, Deded Sukandar dan Kepala Biro Perlengkapan Provinsi DKI Jakarta Khairul Ishak Mahadi.

Dari pihak Komite Sekolah eks SMP 56 Melawai diantaranya diwakili oleh Ketua, Johni RE, Wakil Ketua Edy Susanto dan para anggota seperti Ny Lina, Ny Nur Aini dan Ny Uni Silaban.

Kadis Dikdas Provinsi DKI Jakarta Hj Sylviana Murni mengatakan, sebanyak 54 siswa eks SMP 56 Melawai tersebut sudah resmi pindah sekolah dari eks SMP Melawai. Menurut mantan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil DKI ini, sebelumnya sebanyak 42 siswa eks SMP 56 Melawai sudah mendahului pindah ke sejumlah SMP yang mereka kehendaki.

Sylviana Murni, seperti dikutip beritajakarta.com, menyebutkan, mulai Senin kemarin urusan daftar-mendaftar kepindahan sekolah dari eks SMP 56 Melawai dinyatakan ditutup. “Jadi kita tidak bertanggung jawab bila masih ada yang mengaku-aku siswa eks SMP 56 Melawai dan ingin pindah sekolah gratis,” tegasnya.

Dia menjelaskan, setelah pindah para siswa dibekali program pemantapan studi selama sebulan. “Mereka akan mengikuti proses pembekalan sebelum mengikuti ujian. Bagi yang sudah menyelesaikannya, hari ini (Senin, 20/12) sudah mulai ulangan umum (semester),” katanya.

Askesmas Rohana Manggala, Sylvi beserta pejabat Pemprop DKI Jakarta lainnya dan KS eks SMP 56 Melawai bersama-sama mengiringi para siswa memasuki kelas baru mereka di SMPN 13, Kebayoran Baru. Suasana haru mewarnai prosesi tersebut, para siswa SMPN 13 memberikan sambutan hangat dengan menyalami satu per satu siswa eks SMP 56 Melawai. “Mari kita menjalin persahabatan dan berjabat tangan membangun prestasi ,” kata Ketua Osis SMPN 13, Hendri kepada teman-teman barunya.

Bersamaan dengan itu, para pengurus Komite Sekolah eks SMP 56 Melawai secara resmi menyatakan pembubaran diri. “Mulai hari ini juga kita menyatakan bubar. Jadi ke depan tidak ada lagi yang bernama Komite Sekolah eks SMP 56 Melawai,” tandas Ketua KS eks SMP 56 Melawai, Edy Susanto yang disambut persetujuan para anggotanya.

Keputusan para siswa eks SMP 56 Melawai ini disambut gembira para alumninya. Seperti dikemukakan Ketua Ikatan Alumni eks SMP 56 Melawai, Chariul Anwar, dia merasa prihatin atas nasib adik-adik kelasnya selama beberapa tahun terakhir.

“Kita kasihan menyaksikan mereka sekolah di jalanan. Tapi kita tidak bisa memaksa, keputusan ada di tangan para siswa. Syukur, mereka sudah menyadari bahwa belajar di emperan toko tidak baik buat masa depan,” ungkapnya haru.

Kepada para yuniornya, Chairul yang turut hadir dalam pertemuan di SMPN 13 berpesan; “Silakan pindah sekolah ke mana pun yang ingin dituju.” Yang penting utamakan belajar dan prestasi, kata aktivis salah satu organisasi mahasiswa ini.

Sumber : (L-3) Suara Karya Online, Jakarta


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Seluruh Siswa Eks SMP 56 Sudah Pindah Ke Sekolah Lain”

  1. Tanggapan omits'08:

    Segera Hadir Olimpiade Matematika ITS Nasional Tingkat SMA dan SMP atau Sederajat. Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Kunjungi Web Kami di: omits-himatika.its.ac.id
    cp: 08563234473(Bagus)
    03172701201(Asworo)

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Menjernihkan Sejarah Sosial Politik Batak Toba
Artikel selanjutnya :
   » » Muchtar: Dana Itu Tidak Ada Masuk Kantong Saya