Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
14
Des '04

Aksara Batak Dikhawatirkan Akan Punah


Aksara Batak dikhawatirkan akan segera musnah jika tidak ada upaya dari berbagai pihak untuk mengembangkannya. Kini, generasi muda Batak umumnya sudah tidak lagi mengenal kekayaan budaya tulis warisan leluhur mereka tersebut.

“Seperti suku-suku lain di Indonesia, kami juga memiliki bahasa dan aksara sendiri. Namun, pemakaian aksara Batak yang merupakan kekayaan berharga kami itu telah banyak dilupakan, termasuk oleh orang Batak sendiri. Kini jarang sekali generasi muda yang masih mengerti aksara Batak,” kata Ketua Perkumpulan Batak Toba, Ompu Monang Napitupulu, di Medan, Senin (13/12).

Nelson Sihombing, peneliti aksara Batak-yang juga staf Balai Bahasa Sumatera Utara-mengatakan, musnahnya aksara Batak akan berdampak terhadap hilangnya budaya yang selama ini terdokumentasikan dengan aksara tersebut. “Jika aksara Batak hilang, maka pustaha (pustaka) yang merupakan teks tua dari budaya Batak tidak akan lagi dipahami oleh generasi mendatang. Padahal, pustaha merupakan bukti tertulis kemajuan tradisi Batak selama berabad-abad silam,” katanya.

Menurut dia, pustaha merupakan naskah tua yang digunakan oleh orang- orang Batak untuk menuliskan kekayaan budaya mereka. Naskah yang biasa ditulis dengan aksara Batak dalam pustaha yaitu cerita, ilmu tentang obat- obatan, pernujuman, kalender, dan berbagai ilmu lainnya.

“Semua sub-etnis Batak, yaitu Karo, Pakpak, Alas, Dairi, Simalungun, Toba, Angkola, dan Mandailing memiliki bentuk aksara yang berbeda. Akan tetapi, jika dikaji mendalam, aksara dari sub-etnis tersebut memiliki kesamaan dan berinduk pada aksara Palawa yang disebarkan dari daerah Barus,” katanya.

Menurut Nelson Sihombing, naskah-naskah tertulis dari Batak tersebut kini sebagian besar masih terdapat di luar negeri. “Di Jerman saja jumlah naskah Batak mencapai 500 buah, di Belanda dan Austria diperkirakan mencapai ribuan buah,” katanya.

Manguji Nababan, staf Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Batak Universitas HKBP Nomensen Sumatera Utara, mengatakan bahwa penulisan aksara Batak mencapai puncaknya sewaktu ahli bahasa dari Belanda, Neubronner van der Tuuk, meminta orang-orang Batak menulis cerita-cerita kuno pada tahun 1850-an.

“Tahun 1857,Van der Tuuk kembali ke Belanda dengan memboyong 100 buah pustaha, dan 20 kelompok karangan yang masing-masing terdiri atas 300 lembar naskah,” kata Nababan.

Sumber : (AIK) Harian Kompas


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Aksara Batak Dikhawatirkan Akan Punah”

  1. Tanggapan jimmi f.simanjuntak:

    horas……………budaya batak akan hilang,sebab yang memiliki budaya tersebut tidak perduli…saya pribadi sedih karena beberapa orang batak hanya bicara,melihat dan mendengar tapi tdak bertindak,mari bersama kita berjuang mempertahankan budaya BATAK.Horas jala mangKorasima Sahalani Omputa si jolo-jolo tubu…………..

  2. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    Horas. Bagus sekali kalau boleh kita berjuang mempertahankan batak diawali di bonapasogit sbg tanah suci tanah leluhur atas apasaja yang baik dari setiap insan batak bisa perbuat, walaupun dipangarantoan perjuangan itu juga sangat dipentingkan. Search your inner identity!

  3. Tanggapan keluarga situmorang:

    memang tung lungun do nian, begeon angka nataringot tuaksara batak ni hita.ngamaila be hita halak batak na tinggal di luar luat samosir naso mangajarhon tuangka pinomparna hata nang adat batak. jadi pangidoan tatogihon ma angka pinompparni halak batak laho marsiajar adat batak molo tung pe dang pola terlalu dipaksakan marsiajar aksara batak,ala nunga sangat fatal keberadaan ni aksara bataki,boimai berengon nunga godang halakbatak namangaranto naso mangantusi hata batak,gabe songaonna sotabo doperasaan molo binoto nasida dongan sabutuha,gabe dang domu pollungi.

    “taingot ma sejarah perjalanan ni bangso batak, boima i tarida sian halakjolma asing ’sibollang mata’ima oppui si nomensen na marsiajar aksara batak hatihai’”
    HORAS….3x

  4. Tanggapan simbolon golun:

    horas…….
    denggan do nyan sude na tadokkon ni alai molo so adong kesadaranta halak batak laho paengganton sude na ditinggalhon ompu nahinan tu hita dang adong lapatanna.
    sada hurangta halak batak…hita ungan songon datu molo namangoluondo…
    ikon marsipaleanan do hita asa boi tabereng kejayaan ni halakbatak di pudian ni ari….
    molo datu 10 na nibotona 9 do nasahat tu muidna las songoni ma parmago ni sude sejarah ni halak batak….
    dang adong roha laho mambAHEN N ASA SUDE MAMBOTO….
    mauliate ma di hita sude

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.