Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
29
Nov '04

Batalkan Rencana Eksekusi Lahan Sengketa Cibeureum


DPRD Jabar, Karena Belum Ada Ketetapan Hukum yang Jelas

Komisi A DPRD Jawa Barat minta Pengadilan Negeri Bale Bandung tidak melakukan eksekusi terhadap tanah Cibeureum sebelum ada ketetapan hukum yang jelas. Alasannya, tanah sengketa Cibeureum yang berlokasi di RW 22 Kel. Cibeureum, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi itu masih dalam status quo.

Demikian dikatakan anggota Komisi A Jabar, H. Husin Al Banjari, Dipl. Ing, saat meninjau tanah sengketa Cibeureum bersama K.H. Toriq Hidayat, Lc. kepada “PR”, Minggu (28/11). Keduanya mewakili Komisi A DPRD Jabar untuk melihat situasi di lapangan terkait rencana eksekusi tanah Cibeureum Senin (29/11) ini.

Mereka diterima Ketua RW 22 Cibeureum, Edi, dan sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Drs. Dudung Ajat Saputra, Rahman Saragih, Silaban, Ny. Dudung, dan Ny. Lilis.

Sebelumnya, Jumat (26/11), anggota DPRD Cimahi yaitu Ir. Syamsurijal, M.M., Gunadi Taufiq, Siti Nani Wahidah, S.Pd., Aceng Jauhari, S.Ag., H. Nabsun, dan Edi Suryadi juga meninjau lokasi sengketa. Mereka berjanji akan memfasilitasi penyelesaian kasus tersebut.

Menurut Husin, Komisi A DPRD Jabar akan mendorong DPRD Kota Cimahi untuk melakukan pendekatan terhadap PN Bale Bandung sehingga eksekusi tidak terjadi. Sedangkan DPRD Jabar, akan berkoordinasi dengan pengadilan tinggi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Sampai saat ini, status quo tanah sengketa Cibeureum masih belum berubah. Jadi, tidak dibolehkan ada kegiatan apa pun di sana, termasuk eksekusi,” tandas Husin.

Komisi A juga bersedia menjadi mediator agar terjadi musyawarah antara masyarakat Cibeureum dengan pihak penggugat atau yang mengaku ahli waris. “Selama ini kan belum pernah ada pertemuan apa pun guna membahas hal itu,” ujar Husni.

Hal senada disampaikan Ketua (terpilih) DPRD Cimahi, Ir. H. Ridho Budiman Utama. “Meskipun belum ada kepastian soal eksekusi, DPRD Cimahi telah berkoordinasi dengan PN Bale Bandung dan Polres Cimahi soal penundaan eksekusi,” katanya.

Selain itu, pihaknya akan memfasilitasi pertemuan warga yang bersengketa, termasuk membahas pemindahan masjid yang menyisakan masalah. Mengingat, pengurus DKM Masjid Al-Ikhlas RW 22 Cibeureum mengaku tidak dilibatkan pada rencana pemindahan masjid tersebut. Bahkan, masyarakat menolak pemindahan tersebut.

Tenaga “keamanan”

Selain khawatir digusur, warga juga mengaku resah dengan munculnya kelompok tertentu yang mengaku sebagai “tenaga keamanan” pihak penggugat. Tenaga keamanan yang semula berjumlah 20, kini bertambah menjadi lebih dari 60 orang.

Seperti dikatakan tokoh masyarakat Cibeureum, Silaban,keberadaan kelompok sangat meresahkan. Terlebih lagi jumlahnya lebih banyak dibanding warga. Setiap malam, tenaga keamanan itu berkeliling, sehingga mengganggu kenyamanan istirahat penduduk.

Keresahan juga dikemukakan sejumlah pedagang. Mereka mengaku waswas dengan banyaknya tenaga security yang berkeliaran setiap malam. Misalnya saja, Jumat (26/11) malam, kios penjual onderdil kendaraan bermotor kebobolan maling. Namun, aparat setempat dan tenaga keamaman itu ternyata tidak bertindak.

Menyikapi rumor akan adanya eksekusi yang akan dilaksanakan Senin (29/11) ini, warga berusaha agar tetap tenang. Namun, mereka selalu waspada jika ternyata tiba-tiba terjadi eksekusi secara paksa. “Kami akan bertahan memperjuangkan hak-hak kami,” tandas warga.

Diberitakan “PR” sebelumnya, PN Bale Bandung melalui surat No. W.8.DO.HT.04.10 1540 tanggal 23 November 2004, yang ditandatangani Panitera, Ny. Hj U. Yuniati, S.H., C.N. memberitahukan akan melaksanakan eksekusi pengosongan secara paksa dan penyerahan objek sengketa tanah seluas 2,9 ha di Cibeureum kepada penggugat. Untuk itu, warga Cibeureum diminta segera mengosongkan lahan itu sebelum eksekusi secara paksa dilakukan. Namun, warga yang sebelumnya minta perlindungan DPRD Jbar dan DPRD Kota Cimahi, menolak rencana itu dan bertekad akan melakukan perlawanan.

Sumber : (B-45)***  Pikiran Rakyat, Cimahi


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.