Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
28
Agt '04

Gelapkan Uang Rp 4 Miliar, 5 Direktur RSCM Diperiksa Polisi


Buntut laporan dugaan penggelapan uang karyawan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar Rp 4 miliar, 5 orang Direktur RSCM diperiksa Mabes Polri. Mereka diperiksa kedua kalinya sebagai saksi.

Demikian penuturan salah satu karyawan RSCM, Drg. Andi J. Mappaile kepada detikcom di Mabes Polri, Jl Trunojoyo No. 3 Jakarta Selatan.

Kedatangan Andi ke Mabes hari Jumat (29/8/2004), guna meminta Kapolri Jendral Polisi Dai Bachtiar menindaklanjuti kasus yang dilaporkan karyawan ke Mabes 28 Mei lalu.

Dalam laporan polisi No. Pol TBL/133/V/2004/Siaga-II, Forum Komunikasi Kesejahteraan Karyawan RSCM yang diwakili oleh Andi disebutkan Dr. Takdir Mostovan selaku Direktur Keuangan dan Pemasaran RSCM dkk menjadi pihak terlapor.

Takdir dianggap telah melakukan penggelapan dalam jabatan sebagaimana yang diatur dalam KUHP pasal 372, 374 dan 415 KUHP.

Menurut penuturan Andi, dari keterangan penyidik AKBP M. Sembiring, anggota Unit V Direktorat V/Tipiter Bareskrim Mabes Polri, Takdir bersama 4 rekannya akan diperiksa pekan depan.

Dr. Meliana Zaelani selaku Direktur Administrasi dan SDM, Maharyanto selaku Direktur Sarana dan Prasarana RSCM, Nurhayati selaku Kepala Bidang Keuangan RSCM dan Amelia Yusuf selaku Koordinator Pengendalian & Mobilisasi Dana RSCM turut diperiksa sebagai saksi.

“Sebelumnya mereka sudah diperiksa sebagai saksi akhir Juni dan awal Juli lalu. Kini pemeriksaan terhadap mereka dilanjutkan kembali,” jelas Andi.

Andi menuturkan bahwa Takdir cs dilaporkan ke Mabes Polri karena diduga telah menggelapkan uang karyawan berupa hak tunjangan dan uang insentif remunerasi. RSCM juga dianggap telah melanggar PP No. 116/2000.

Selain itu, dalam pernyataan Forum Komunikasi Kesejahteraan Karyawan RSCM mengatakan Dirut RSCM Merdias Al-Matsier harus bertanggung jawab atas kelalaian diatas.

Sebelumnya, sekitar 300 karyawan RSCM berdemo memprotes berbagai kebijakan pimpinan rumah sakit, di depan Instlasi Gawat Darurat RSCM 14 April lalu. Para karyawan menuntut kebijakan sistem remunerasi di RSCM.

Dalam surat keputusan itu dinyatakan remunerasi tahap transisi yang mengatur penghasilan karyawan RSCM, yaitu gaji pokok plus tunjangan lainnya, berlaku sejak 1 Oktober 2003. Namun, para karyawan ini hingga saat ini belum mendapatkan remunerasi tersebut.

Namun buntut dari aksi demo tersebut, Dirut RSCM melaporkan dugaan penghinaan dan penistaan dengan tulisan ke Polres Jakarta Pusat (19/4) lalu.

Dua orang wartawan Tempo, Martha Warta Silaban dan Andi Dewanto juga turut diperiksa sebagai saksi. Karyawan RSCM dilaporkan telah melanggar pasal 310 dan 311 KUHP.
Sumber : (Dian Intania/fab)  Detik.com, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.