Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
24
Agt '04

Syukuran 40 Tahun GKPI [Gereja Kristen Protestan Indonesia] Wilayah Silindung Sukses dan Meriah


Warga GKPI Dituntut Mempersiapkan Diri Menghadapi Globalisasi

Doa syukuran 40 tahun GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Wilayah Silindung yang dilaksanakan Minggu (29/8) di Sopo Partungkoan Tarutung Taput berlangsung sukses dan meriah dengan thema: “Supaya mereka semua menjadi satu”, dan sub thema “Dengan bersyukur kepada Tuhan atas usia 40 tahun GKPI kita tingkatkan pemberdayaan, keutuhan, dan kepedulian GKPI di semua Aras, untuk menjadi kesembuhan diantara umat Kristen, khususnya GKPI Wilayah Silindung, didahului dengan prosesi dari Gereja GKPI Pearaja Tarutung ke Sopo Partungkoan yang dihadiri Bishop GKPI diwakili Sekjen Ds. SP. Hutagalung, Bupati Taput diwakili Asisten I Drs. Poltak Tambunan, mewakili Gereja tetangga Pdt. COR Silaban (HKBP) serta 20 Resort GKPI se-Wilayah Silindung.

Sekjen GKPI Ds. SP. Hutagalung dalam khotbahnya mengatakan, kita memanjatkan Puji Syukur kepada Tuhan, bahwa organisasi GKPI dapat berjalan dengan baik sampai diusianya yang ke-40 tahun, diusia 40 tahun kalau diibaratkan kepada manusia sudah menjadi usia yang matang, walaupun harus melewati berbagai gelombang dan tantangan, namun organisasi ini dapat eksis dan bertahan, hal ini semuanya bukan karena kekuatan, kepintaran dari pengurus, akan tetapi semuanya ini adalah berkat dan ridho Tuhan menjadikan organisasi ini semakin besar, untuk itulah kita warga GKPI pantas dan wajar mengucap syukur kepada Tuhan agar di usianya yang matang ini bagaimana warga GKPI dapat berbuat di tengah-tengah bangsa, negara dan ditengah-tengah masyarakat.

Kami dari pucuk pimpinan GKPI kepada GKPI Wilayah Silindung yang dapat melaksanakan satu acara syukuran di wilayah ini, hal ini adalah suatu permulaan Pesta Syukuran 40 tahun GKPI yang puncaknya akan diadakan di Pematang Siantar tgl 4-5 September 2004. Lebih lanjut Sekjen mengatakan, 40 tahun GKPI adalah usia yang sangat tepat untuk mengevaluasi keberadaan kita di tengah-tengah bangsa, bagaimana GKPI dapat menghadapi tantangan era globalosasi, sudah saatnya kita tidak hanya membicarakan sermon, rutinitas, organisatoris didalam, kalau hanya membicarakan itu warga GKPI bisa ketinggalan jaman.

Untuk itulah kita dituntut bagaimana warga GKPI menghadapi Era Globalisasi, apa yang direncanakan, bagaimana kesiapan kita untuk membuka tembok-tembok budaya, meningkatkan iman dan berbuat untuk masyarakat. Disamping itu GKPI juga dituntut dapat berbuat untuk meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, kalau GKPI tidak menyiapkan diri, rohani dan jasmani kita dapat tergilas oleh globalisasi apabila kita tidak mempersiapkan diri sejak dini, seperti apa yang kita alami baru-baru ini bahwa warga GKPI didapati ada yang mengidap penyakit AIDS, Narkoba yang sudah merasupi sendi-sendi kehidupan kehidupan manusia, oleh karena itu agar pelayan-pelayan di GKPI sungguh-sungguh mendidik anak-anak, jangan hanya mengharapkan pendidikan dari pemerintah.

DS. SP. Hutagalung mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang sungguh-sungguh mempersiapkan Doa Syukuran ini, melalui perayaan ini Silindung dapat semakin maju, menjadi kesembuhan untuk dunia, bagaimana kita menjadikan warga Silindung seperti pada saat menerima Nomensen datang ke Silindung menabur Injil yang tumbuh subur sehingga kota ini menjadi kota Rohani, dan saya merasa bangga kepada panitia yang mengadakan kegiatan, jadikanlah kegiatan itu mengikat persatuan dan kesatuan, kekeluargaan, silahturahmi, satu visi ke depan yang dapat mengobati segala penyakit sosial di masyarakat dan benar-benar menjadikan kota ini kota Rohani.

Bupati Taput yang diwakili Ass. I Drs. Poltak Tambunan mengatakan, selama 40 tahun GKPI sudah nampak kebesarannya juga selama ini dapat bermitra dengan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan. Dalam konteks pembinaan masyarakat pemerintah terus memperhatikan seluruh organisasi, dimana selama kita mengalami krisis multi dimensi, masyarakat sudah terlanjur kehilangan kepercayaan kepada pemerintah, namun GKPI selalu mendukung pemerintahan di daerah ini, untuk itu diusianya yang matang ini agar warga GKPI mengevaluasi apa yang telah diperbuat kepada GKPI, “jangan tanyakan apa yang diperbuat GKPI untuk kita tapi tanyakanlah apa yang sudah kita perbuat kepada GKPI”. Bupati mengucapkan terima kasih kepada GKPI yang selama ini sudah mendukung pelaksanaan pemerintahan di daerah ini, kami mengharapkan agar kebersamaan kita tetap terjalin dengan baik, “Mengangkat rap tu ginjang, manumbung rap tu toru”, GKPI dan pemerintah tetap bersatu menggapi cita-cita, agar dimasa mendatang GKPI semakin matang, maju dan bersatu.

Mengwakili gereja-gereja tetangga Pdt. COR Silaban (HKBP) mengatakan, alangkah bahagianya bahwa umatnya dapat mengucap syukur kepada Tuhan, berbahagialah orang yang tau mengucap syukur, melalui GKPI yang sudah diberikan Tuhan usia 40 tahun. Di usia yang sudah matang kita dituntut memikirkan, mengevaluasi masa lalu, kalau suatu lembaga tau mengucap syukur, itulah suatu lembaga yang akan maju dan bersatu, kita dituntut agar senantiasa menuju Kristus, umat percaya dapat dipimpin suatu persekutuan, bersatu menghadapi penyakit sosial di masyarakat.

Pdt. COR Silaban mengatakan bahwa di HKBP sudah dilakukan menggembalaan kepada Sintua, agar para sintua tidak main judi, untuk itu diharapkan kepada semua gereja melakukan pengembalaan kepada sintuanya, selamat kepada GKPI di usia 40 tahun, kiranya warga GKPI menjadi duta-duta Allah.

Ketua panitia syukuran Dorgis Hutagalung dalam sambutannya mengatakan, bahwa latar belakang dilaksanakannya acara syukuran ini di usia 40 tahun GKPI dapat berbahagia, namun kita mengalami banyak cobaan dan tantangan seperti gelombang laut yang pasang surut, namun semuanya itu dapat kita lalui berkat kasih dan karunia Tuhan. Diusia 40 tahun cukup matang dalam organisasi, untuk itulah kita mengadakan syukuran, memuji memuliakan Tuhan, kiranya GKPI semakin maju, menjalin persatuan dan kesatuan.

Doa syukuran GKPI se-Wilayah Silindung diikuti 20 resort, seluruh kegiatan diikuti 20 resort, atas terlaksananya kegiatan ini, kami selaku panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan baik moril, maupun materil, khusus kepada bupati dan para penyumbang bunga sehingga terlaksananya doa syukuran ini dengan baik, kiranya Tuhan memberikan berkatNya kepada kita semua.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam syukuran ini antara lain: lomba cerdas tangkas Alkitab, tarik tambang, yang didahului dengan kebaktian bersama di Sopo Partungkoan Tarutung.

Sumber : (TITO/YUM), Bona Pasogit, Tarutung


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.