Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
24
Agt '04

ITB [Insitut Teknologi Bandung] Adakan Ceramah Umum “Umur Alam Semesta”



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Menyambut 100 Tahun Relativitas Einstein sekaligus menyongsong Tahun Fisika yang jatuh pada warsa 2005, Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung hari Senin (30/8) akan menyelenggarakan ceramah untuk umum, Umur Alam Semesta, yang disampaikan fisikawan Prof Pantur Silaban PhD. Ceramah itu berlangsung mulai pukul 08.00 sampai tengah hari di ruang kuliah Fisika ITB di bilangan Ganesa, Bandung, yang berdaya tampung sekitar 100 orang.

Otoritas paling kompeten di Indonesia mengenai karya-karya agung mahafisikawan Albert Einstein (1879-1955) itu akan menguraikan perkembangan teori fisika sejak awal abad ke-20 sampai sekarang yang berkait dengan penentuan umur Alam Semesta dalam bahasa awam.

Istilah-istilah menggairahkan fisika dan kosmologi yang kerap memasuki ruang publik seperti Ledakan Besar, Lubang Hitam, sampai Lubang Putih akan mewarnai ceramah yang bermuara pada hasil hitungan mutakhir kandidat teori fisika yang dianggap saat ini paling berpotensi menduga umur jagat raya.

Karena menyentuh penciptaan hingga masa depan Alam Semesta, kuliah populer ini merupakan sajian bagi khalayak luas tanpa sekat. Silaban dalam percakapan dengan Kompas berjanji akan mengutarakannya dengan meminimalkan bahasa teknis fisika, tetapi berupaya menghindari singgungan percakapan dengan wilayah ketuhanan.

“Ya, agak berbeda dengan pendekatan ceramah Prof Stephen Hawking,” kata Silaban yang preferensinya lebih kepada Prof Roger Penrose dari Inggris, rekan Hawking sekaligus lawan debatnya terutama dalam determinisme hukum-hukum alam.

Mahafisikawan Stephen Hawking yang pertengahan Juli lalu di Dublin meralat teorinya mengenai Lubang Hitam, pada Konferensi Internasional XVII tentang Relativitas Umum dan gravitasi, dalam buku maupun ceramah populernya kerap “membawa-bawa” Tuhan terkait dengan eksistensi jagat raya ini.

Bagaimana evolusi Alam Semesta ke depan hingga sekarang masih merupakan misteri. Berbagai spekulasi untuk menjawab pertanyaan ini muncul silih berganti dari masa ke masa, terutama sepanjang abad yang lalu, dalam format teori-teori canggih fisika dengan berbagai formula matematika tingkat tinggi.

Yang paling menonjol dari berbagai spekulasi itu berasal dari Teori Relativitas Umum Einstein yang mengindikasikan evolusi Alam Semesta entah terus berkembang entah menuju kehancuran. Silaban akan menjelaskan faktor-faktor yang memungkinkan kedua peluang masa depan Alam Semesta itu, kapan terjadinya, dan bagaimana tanda-tanda zamannya secara ilmiah.

Sumber : (SAL), Harian Kompas


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Kebakaran Di Siaro [Siborong-borong], Dua Balita Tewas

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Syukuran 40 Tahun GKPI [Gereja Kristen Protestan Indonesia] Wilayah Silindung Sukses dan Meriah