Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
5
Jul '04

Paulus Dituntut 18 Tahun Penjara


Bunuh Isteri dan Anaknya

Masalah rumahtangga membawa-bawa nama ibu, Pulus Poring (34) pun gelap mata. Hingga dia tak lagi sadar orang di depannya adalah sang istri yang telah menemaninya sekian lama dalam biduk rumahtangga.

Kejadian yang berawal dari Paulus minum-minuman keras jenis Topi Miring sebanyak setengah botol, lalu masuk ke dalam rumahnya dan berbaring. Sambil baring-baring itu, Paulus lalu melanjutkan minum mirasnya hingga habis satu botol. Setelah minum habis satu botol, Paulus kembali berbaring bersama Joni anaknya. Tidak lama kemudian masuk Yuliana Menti, isterinya, ke kamar. Melihat isterinya datang dan berbaring, Paulus mencolek dengan menggunakan kaki, namun isterinya langsung marah dan berkata “setubuhi saja ibumu” yang dijawab Paulus, “Mulutmu lancang masa orangtua yang melahirkan kita disuruh kamu setubuhi”.

Agaknya Yuliana kesal dengan tabiat pemabuk suaminya, hingga berniat meninggalkan rumah.

“Kamu tidak usah banyak bicara, besok pagi saya angkat pakaian dan tinggalkan kamu, dan kita urus diri masing-masing,” ketus istri Paulus. Kemudian Yulianti langsung berbaring di samping Joni anaknya.

Paulus saat itu (22/2) sekitar pukul 21.00 Wita terasa pusing akibat minuman keras topi miring, mendengar caci maki isterinya, dia pening. Dia langsung ke dapur mengambil sebilah parang panjang kemudian membawanya ke dalam kamar. Melihat suaminya menghunus parang, Yuliana seakan tak takut. Dia sambil memeluk anaknya, malah mengejek suaminya. “Kamu pembualan”. Terdakwa yang emosi karena disepelekan suaminya, langsung menimpaskan parang sebanyak 2 kali pada korban. Tebasan parang itu mengenai pipi kiri dan pundak Yuliana, juga mengenai leher dan kepala.

Setelah menimpas isteri dan anaknya Joni, Paulus seperti tak berdosa langsung masuk ke dapur untuk menyimpan parang panjang. Agaknya kehabisan darah, Yuliana dan Joni meninggal dunia. Barulah setelah kehilangan dua orang yang dicintainya itu, Paulus sadar dan menyesal. Dia berusaha menyusul keduanya, dengan gantung diri. Tadinya hendak pinjam tali ke rumah Bai tetangganya. Tapi tak dapat, Paulus lantas mengambil tali nilon jemuran dipakainya untuk gantung diri. Tapi hal itu urung dilakukannya karena ketakutan. Paulus lalu mengambil parang di dapur dan pergi ke rumah Bai minta dipanggilkan polisi. Terdakwa lalu berlari ke samping rumah Bai, bermaksud bunuh diri. Tapi upaya bunuh diri itu berhasil dihalangi Bai dan Wahidin, hingga Paulus pusing lalu rebah di halaman rumah.

Karena perbuatannya menghabisi istr dan anaknya, Paulus dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Erna Trisnaningsih SH selama 18 tahun penjara, dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani.

Sidang pembunuhan dipimpin hakim Dominggus Silaban SH ini, akan dilanjutkan Kamis pekan depan, mendengarkan putusan hakim. “Kamis depan putusan hakim dibacakan,” kata Erna.

Sumber : (rm-1) Samarinda Pos, Sangatta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.