Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
11
Mar '04

Muchtar Pakpahan Resmikan Kuburannya


Ketua Umum Partai Buruh Sosial Demokrat Muchtar Pakpahan, Rabu (10/3), meresmikan kuburannya sendiri di Traning Center SBSI, Desa Jeungjing, Cisoka, Tangerang, Provinsi Banten. Pakpahan berjanji untuk mengubur diri sendirinya jika dia terpilih sebagai presiden, tetapi tidak bisa membentuk pemerintahan yang bersih dan terpercaya. Selama ini banyak calon presiden teriak-teriak siap diadili jika bersalah, tetapi kenyataan di lapangan tidak pernah terjadi.

Saat meresmikan kuburannya, Ketua Umum Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) Muchtar Pakpahan menuding 90 persen birokrat di eselon I dan II berwatak korup. “Tinggal 10 atau 20 persen yang tidak korup,” ujarnya. Karena itu, jika ia terpilih sebagai presiden dalam pemilu mendatang, Pakpahan berjanji membentuk pemerintahan yang bersih, terpercaya, dan penuh harapan. Pakpahan mengakui, ia bersedia seperti Presiden Korsel Kim Dae-jung dikubur hidup-hidup kalau menyimpang. “Ini adalah kontrak politik dan kontrak sosial. Janji dan ikrar kami untuk tidak akan menyeleweng. Kalau kami gagal, kalau kami menyeleweng, kami bersedia dikubur hidup-hidup,” ujarnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Rekson Silaban mengatakan, tidak satu pun orang takut masuk pengadilan, apalagi yang punya uang atau dengan penguasa. “Di depan mata kita berseliweran orang yang bersalah, tidak karena korupsi Rp 1,2 miliar seperti yang dituduhkan kepada Muchtar Pakpahan, tetapi bahkan triliun,” ujarnya. Menurut Silaban, kalau ada orang yang mengatakan siap dibawa ke pengadilan, itu omong kosong sepanjang pengadilan masih di bawah kekuasaan. Ia mencontohkan, ada pemimpin yang bilang siap dibawa ke depan hukum, namun saat di bawa ke depan hukum, tidak bisa diadili. Seharusnya komitmen moral politik jangan hanya dilandasi sistem yang ada, tetapi harus berani dari integritas kita sendiri.

Sumber : (son) Harian Kompas, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Putusan Akbar Dieksaminasi
Artikel selanjutnya :
   » » Saur “Butet” Marlina Manurung: Mengabdi di Jalan Sunyi