Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
2
Mar '04

Kotak Suara Tak Bisa Menampung Semua Surat Suara


Berdasarkan hasil simulasi, kotak suara Pemilu 2004 ternyata tidak mampu menampung semua surat suara. Kotak tersebut hanya menampung sekitar 100 lembar surat suara. Padahal, setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk 300 orang pemilih.

‘’Jika sambil dikocok-kocok, kota suara bisa menampung sekitar 150 lembar surat suara. Berarti ada sekitar 150 lembar surat suara yang tidak bisa masuk ke kotak suara,'’kata anggota KPU Jatim M Nabil, Senin (1/3).

Menurutnya, kotak suara tidak bisa menampung semua surat suara, karena ukuran surat suara yang besar. Yaitu, 55 cm x 80 cm. Sedangkan ukuran kotak suara tinggi 80 cm, dan lebar 50 cm.

Ketika surat suara dimasukkan, lanjut Nabil, posisi jatuhnya surat suara tidak semua dalam posisi tidur dan masih terlipat. Ada yang berdiri, ada yang tidur, ada juga yang terbuka. Akibatnya kotak suara tidak bisa menampung semua surat suara. Padahal jika dalam kondisi dilipat, mampu menampung semua surat suara.

Karena itu, pihaknya telah melaporkan ke KPU pusat kalau kotak suara tidak mampu menampung semua surat suara. KPU Jatim sudah mengusulkan agar disediakan kardus untuk menampung sementara suara suara, setelah kotak suara penuh. Namun itu harus ada persetujuan KPU pusat. Boleh tidaknya menggunakan kardus untuk mengganti kotak suara kalau sudah penuh.

‘’Kalau memang tidak cukup, terpaksa menggunakan kotak dari kardus,'’ katanya.

Dia menjelaskan untuk meminta tambahan kotak suara jelas tidak mungkin. Jatah tiap TPS hanya empat kotak suara. Tiga kotak suara untuk pemilu legislatif. Satu kotak suara untuk surat suara Dewan Pemilihan Daerah (DPD). Kotak suara yang ada saja, mungkin kurang untuk memenuhi semua TPS. KPU Jatim sudah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim agar bisa menggunakan kotak suara sisa pemilu 1999 lalu.

‘’Langkah darurat yang bisa diambil adalah menggunakan kotak suara sisa pemilu 1999 lalu,'’ tambah Didik Prasetiyono SE, anggota KPU Jatim lainnya.

Kesulitan saat pemungutan suara nanti tidak hanya diakibatkan oleh kotak suara. Soal surat suara pun hingga kemarin belum tuntas. Dari total 2.090 film untuk mencetak surat suara DPR, DPD, dan DPRD, baru 87 yang telah selesai. Data itulah yang dilaporkan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) dan PT Graphitecsindo –dua perusahaan yang ditunjuk membuat surat suara– melaporkan itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (29/2).

Ke-87 film yang telah selesai tersebut baru untuk keperluan cetak DPR dan DPD, itu pun belum seluruhnya. Total film DPR dan DPD adalah 101 –69 film DPR, dan 32 film DPD. ‘’Ke-87 film 45 yang dikerjakan PNRI dan 32 yang dikerjakan PT Graphitecsindo,'’ kata Ketua Panitia Pengadaan Surat Suara KPU, Mulyana W Kusumah.

Mulyana mengatakan, Direktur PNRI, Pantur Silaban, dan Direktur Grafitecsindo, Donald Cahya, berjanji untuk menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin. ‘’Pantur Silaban mengatakan 12 film surat suara DPR dan 82 film surat suara DPRD Provinsi akan mereka selesaikan hari ini (kemarin –red),'’ kata Mulyana.
Sumber : (ita/run) Republika Online, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Empat Petinju Bertanding di Australia dan Jepang
Artikel selanjutnya :
   » » Jurkam tanpa izin diturunkan dari panggung