Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
22
Feb '04

Di RSUD Abe Ditemukan 5 Pasien DB


Beruntung, Semua Bisa Ditolong

Masalah penyakit Demam Berdarah (DB) yang mulai ramai diperbincangkan di tingkat nasional, ternyata juga sudah terjadi di Jayapura. Terhitung sejak Januari kemarin, khusus di RSUD Abepura telah menerima lima pasien Demam Berdarah (DB). Tapi beruntung, lima pasien itu bisa ditolong semua (sembuh).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Abepura, dr. Tumpal Simatupang, ketika ditemui Cenderawasih Pos di RSUD Abe Jumat (20/2) kemarin membenarkan adanya pasien demam berdarah tersebut. Menurutnya, dalam dua bulan terakhir ini atau sejak memasuki tahun 2004, pihaknya telah merawat lima pasien penyakit demam berdarah.

Kelima pasien demam berdarah tersebut terdiri empat anak-anak dan satu orang dewasa. Untuk pasien anak-anak rata-rata berumur antara 2 sampai 11 tahun. Tapi semuanya berhasil ditolong dan sembuh.

“Meski kelima pasien itu telah sembuh dan semuanya telah kembali ke rumah, tetapi jika digolongkan penyakit ini dari kelima pasien tersebut nampaknya ada tiga orang diantaranya yang termasuk kasus penyakit demam berdarah yang berat dan dua ringan,” jelasnya.

Untuk mengatasi penyakit demam berdara tersebut, maka pihak RSUD Abe telah mengadakan pelatihan-pelatihan bagi perawat dan dokter. Bahkan telah membentuk tim. “Sebenarnya beberapa waktu lalu kami telah siap menghadapi penyakit ini, oleh karena itu kapanpun datangnya pasien demam berdarah kita sudah siap,” terangnya.

Ditambahkan, bahwa salah satu upaya pihak RSUD Abe untuk mencegah terjangkitnya penyakit demam berdarah ini adalah dengan membersihkan UGD yang dipimpin langsung oleh Kepala Ruangan UGD Agustinus Dimara. Bahkan Jumat kemarin, mereka semua perawat dan staf di UGD Juamt secara gotong-royong membersihkan gedung, ruangan-ruangan pengobatan, ruang kerja, teras dan toilet.

Disamping itu alat-alat yang digunakan dalam UGD seperti kursi, lemari, kulkas, kaos tangan, tempat sampah, tempat meletakkan alat-alat dan sejumlah alat-alat kesehatan lainnya juga selalu disterilkan.

“Pembersihan ini merupakan salah satu pencegahan penyakit demam berdarah sekaligus pembersihan alat-alat kesehatan di ruangan ini,” jelas Agustinus kemarin.

Menurutnya, untuk mengatasi penyakit ini pihak rumah sakit hanya sebatas pengamanan pengobatan, sedang untuk pencegahan terjangkitnya penyakit demam berdarah tersebut dalam masyarakat, merupakan kewenangan Dinas Kesehatan.

BELUM ADA LAPORAN
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Tigor Silaban, MKM saat ditemui Cenderawasih Pos mengaku bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan tentang penyakit demam berdarah yang diderita masyarakat di Papua umumnya.

“Hingga saat ini belum ada laporan secara resmi. Namun biasanya daerah yang rentan terhadap demam berdarah adalah Sorong dan Fakfak,” katanya. Meski demikian, dia mengharapkan agar masyarakat waspada terhadap wabah demam berdarah itu.

Kewaspadaan masyarakat itu bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan di masing-masing lingkungannya. Misalnya jangan membiarkan air menggenang. Selain itu masyarakat harus menutup air bersih. Sebab, menurutnya, demam berdarah itu dapat bersarang di air yang bersih, bukan di air yang kotor. “Lain halnya dengan malaria, nyamuk ini justru menyerang para air yang kotor,” tandasnya.

Tigor juga meminta kepada masyarakat, apabila ada gejala yang ditemui oleh masyarakat tentang serangan nyamuk demam berdarah agar segera dilaporkan ke RT/RW setempat supaya segera ditindaklanjuti ke Puskesmas. Sehingga pihak Puskesmas atau instansi teknis lainnya segera mengambil tindakan dengan melakukan pengasapan.

Sumber : (ito/ius) Papua Press Agency


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Kerja Sama KPU dan Pengusaha Pencetak Kertas Ditandatangani
Artikel selanjutnya :
   » » Baru 45 Film Surat Suara Selesai