Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
20
Feb '04

Ribuan Penduduk Nabire Terkena ISPA [Infeksi Saluran Pernafasan Atas]


Sebanyak 1.191 orang penduduk Nabire pasca bencana alam yang melanda kawasan itu 6 Februari 2004 lalu, kini dilaporkan menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Selain menderita ISPA, mereka juga terserang penyakit malaria 986 orang, diare 427 orang, penyakit kulit 124 orang dan penyakit lainnya 1.213 orang, kata Kepala Dinas Kesehatan Papua dr.Tigor Silaban di Jayapura, Jumat (20/2).

Ia mengemukakan bahwa banyaknya penduduk yang terserang penyakit pasca gempa bumi itu disebabkan berbagai faktor, antara lain masyarakat hingga kini masih memilih tidur di luar rumah karena takut terjad gempa susulan.

Selain itu, sanitasi lingkungan turut berperan dalam memperburuk kesehatan masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat tidak lagi membuang berbagai jenis sampah secara sembarangan. “Bila masalah kebersihan tetap tidak diindahkan, kemungkinan berbagai penyakit akan menyerang masyarakat di kawasan itu,” kata dr.Tigor seraya menambahkan, Departemen Kesehatan saat ini telah menerjunkan tim medis sebanyak 37 orang.
Menurutnya, selain tim medis juga ada rumah sakit lapangan dengan 50 tempat tidur dengan 22 personil, serta lima unit mobil ambulance. Khusus untuk mobil ambulance, kata dr.Tigor, dua di antaranya nantinya diberikan ke Nabire. Sementara tim medis itu akan berada d Nabire selama sekitar dua minggu.

Sumber : (Ant/nik) Harian Kompas, Jayapura Suara Merdeka, Jayapura


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Ribuan Penduduk Nabire Terkena ISPA [Infeksi Saluran Pernafasan Atas]”

  1. Tanggapan Siti Zumaroh FKM Universitas Airlangga Angkt. 2005:

    Sanitasi lingkungan termasuk faktor yang berperan dalam memperburuk kesehatan masyarakat.hal ini terbukti dengan terjadinya berbagai jenis penyakit seperti ISPA, Malaria, diare, penyakit kulit, dan penyakit - penyakit lainnya. Sehingga masyarakat lebih memperhatikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini, tidak harus menunggu setelah terjadinya bencana. Hal ini mungkin juga sangat penting dan harus dilakukan oleh masyarakat di daerah yang lain. Kenapa? karena Preventif dan Promotif Lebih baik dibandingkan dengan Kuratif dan Rehabilitatif. Hal ini adalah Pekerjaan Rumah kita semua yakni Tenaga Kesehatan (Dokter, Sarjana Kesehatan Masyarakat, perawat, dll), Pemerintah dan Masyarakat agar Indonesia menjadi lebih SEHAT!!!!!!!!.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Cetak Surat Suara Bisa Molor
Artikel selanjutnya :
   » » Kerja Sama KPU dan Pengusaha Pencetak Kertas Ditandatangani