Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
19
Feb '04

Cetak Surat Suara Bisa Molor


Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mencetak surat suara DPR dan DPD, Jumat (20/2), terancam molor. Hingga kemarin, KPU belum melakukan penandatanganan kontrak dengan konsorsium yang akan mengerjakan surat suara. Film surat suara DPR dan DPD pun belum selesai dibuat.

Rapat pleno KPU, sebelumnya merencanakan penandatanganan kontrak dilakukan Rabu (18/2). Film untuk mencetak surat suara DPR juga diharapkan kelar kemarin, dan film untuk DPD selesai hari ini. ‘’Jadi, secara teoritis pencetakan surat suara dapat kita mulai tanggal 20 Februari,'’ kata Ketua Panitia Pengadaan Surat Suara KPU, Mulyana W Kusumah.

KPU menemukan adanya ‘masalah baru’ sehingga kontrak kembali ditunda. Menurut Mulyana, penundaan untuk DPD lantaran ada dua calon anggota DPD yang belum menyerahkan pasfoto, yaitu dari Provinsi Sulawesi Utara dan Sumatera Barat. KPU masih menunggu foto itu karena surat suara untuk DPD harus dilengkapi foto.

Film surat suara dicetak di dua perusahaan, yaitu Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) dan PT Grafitec. Direktur Perum PNRI, Pantur Silaban, kemarin mendatangi KPU. Tapi saat dikonfirmasi apakah film DPR dan DPD sudah selesai dibuat, dia tidak memberi jawaban tegas. ‘’Pokoknya selesai lah,'’ ujarnya, setengah bercanda.

Belum adanya titik terang pencetakan surat suara, juga dapat terlihat dari belum adanya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang diterbitkan KPU untuk konsorsium pencetak surat suara. ‘’SPMK memang belum ada. SPMK itu kan dibuat kalau sudah ada perintah,'’ ujar Wasekjen KPU, Sussongko Suhardjo. Persoalan itu merembet pula pada tender distribusi surat suara. Ketua Panitia Pengadaan Jasa Distribusi Surat Suara, Valina Singka Subekti, mengatakan tender distribusi pengiriman surat suara terpaksa dibatalkan.

Ada empat perusahaan yang semula telah lolos babak prakualifikasi pekerjaan jasa pengepakan/pemetian dan pengangkutan/pengiriman surat suara. Keempat perusahaan itu adalah PT Pos Indonesia, PT Pandu Siwi Sentosa, PT Aneka Jasa Putratama dan PT Sentra Indologis Utama. Menurut jadwal yang telah disusun, pengiriman surat suara dimulai pada 25 Februari. Seluruh pengiriman dan pengakutan surat suara harus tiba di KPU Kabupaten/Kota pada 15 Maret.

Sementara itu, rencana pengadaan 260 ribu kotak suara juga kurang jelas. Sebelumnya, KPU telah memutuskan untuk mengimpor 260 ribu kotak suara dari Cina, untuk menutupi kekurangan kotak suara akibat bertambahnya jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Namun hingga kemarin, Wakil Kepala Biro Keuangan KPU, Moh Dantjik, yang dikirim KPU untuk melihat pabrik kotak suara di Cina belum memberi laporan.

Menyangkut penyediaan tinta, setelah mengulang proses seleksi KPU akhirnya mendapat harga yang lebih rendah di banding pagu sebelumnya. KPU mendapatkan harga rata-rata Rp 37 ribu per botol. Harga yang didapat KPU berkisar antara Rp 28.750 hingga Rp 30.750, sesuai zona pengiriman.

Bantuan Jepang Duta Besar Jepang, Yutaka Limura, kemarin menyampaikan bantuan pemilu senilai 270.889 dolar AS atau sekitar Rp 2 miliar. Bantuan tersebut dialamatkan kepada lima proyek pendidikan pemilih yang dilakukan empat LSM. Bantuan tersebut, kata Limura, adalah sebagian dari total bantuan Jepang sebesar 23 juta dolar AS.

Ketua KPU, Nazaruddin Sjamsuddin, mengatakan Jepang adalah pemberi bantuan pemilu terbesar nomor dua setelah AS. Selain dari kedua negara itu, papar Nazaruddin, KPU juga menerima bantuan dari Kanada, Inggris, Australia, dan negara-negara Uni Eropa.
Sumber : (run) Republika Online, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Puskesmas Keliling di Jayapura
Artikel selanjutnya :
   » » Ribuan Penduduk Nabire Terkena ISPA [Infeksi Saluran Pernafasan Atas]