Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
8
Feb '04

Perjudian Maya Siap Diklik!


Minat para petaruh lewat situs-situs taruhan di internet kian membengkak seiring kian banyaknya layanan yang ditawarkan. Anda bagaimana?

Kata bet, arti harfiahnya dalam bahasa Indonesia adalah taruhan. Demikianlah yang tertera dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia susunan John M. Echols dan Hassan Sadily, halaman 62. Apakah makna bet dalam situs www.indobetonline.com? Cobalah klik dan ikuti seluruh prosedur yang ada di sana, termasuk pasang deposit Rp 2 juta. Maka, makna pertaruhan akan dapat Anda nikmati selengkapnya.

Uang Rp 2 juta yang mesti ditransfer ke rekening BCA atas nama PT Indobet Online adalah semacam “pintu masuk” untuk terjun ke gelanggang pertaruhan. Obyek tebakan adalah hasil pertandingan sepak bola di bla-bla-bla. “Setelah mendapat password yang diberikan, peserta bebas bermain tebak-tebakan asal tidak melebihi jumlah uang yang disetorkan,” kata Kerto, guest relations, yang dihubungi Tempo News Room, Rabu (28/1).

Bila tebakan jitu, uang kemenangan akan ditransfer ke rekening peserta. Lalu, peserta bersangkutan tinggal mengambil uang kemenangannya dengan menekan tombol withdrawal. “Penarikan tunai ini akan diproses dalam waktu 1x 24 jam (untuk rekening BCA),” Kerto berusaha meyakinkan. Jika kalah dan uang setoran ludes? “Peserta tidak bisa main lagi sampai menyetor kembali sejumlah uang.”

Demikianlah kata bet itu memperoleh makna sebenarnya! Setor uang, tebak angkanya, lalu tunggu nasib baik menyapa. Itu semua bisa dilakukan dari balik layar monitor komputer, kapan pun Anda mau. Jaringan internet memungkinkan ajang taruhan ini semakin nyaman disuntuki. Bagaimana tidak? Tinggal memencet keyboard atau memainkan mouse, maka mimpi menang taruhan sudah menari-nari di pelupuk mata.

Modus “kegiatan” jenis ini sempat menjadi perbincangan masyarakat luas pekan lalu. Maklum, Indobetonline.com (semula) cukup percaya diri memasang SK Menteri Sosial dan SK Kementerian Komunikasi dan Informasi di halaman muka situsnya. Tentu saja kedua institusi pemerintahan itu bagai kebakaran jenggot, karena bisa dianggap merestui perjudian. Lalu ramai-ramai pejabatnya memberi klarifikasi.

Sekretaris Menteri Kominfo J.B. Kristiadi pernah menyatakan akan segera menegur pengelola situs dengan pencantuman surat tersebut. “Itu tidak benar, menjerumuskan opini, seolah-olah kami yang memberi izin,” katanya kepada Adek dari TNR, Rabu (28/1). Dia menjelaskan, pihaknya memang pernah berkirim surat pada pengelola situs, namun itu bukan surat keputusan. Surat itu merupakan jawaban atas surat pengelola yang hendak mendaftarkan dan mengembangkan situsnya. Sementara itu, Kepala Subdirektorat Administrasi Perizinan Sumber Dana Sosial, Departemen Sosial, C. Bahkti Nusantoro menyatakan izin yang dikeluarkan bukan untuk judi. “Cuma seperti permainan PlayStation saja,” katanya.

Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah pada 29 Januari menegaskan telah menurunkan sebuah tim untuk meneliti PT Indobet Online, apakah melakukan kegiatan perjudian atau tidak. Tim tersebut diberi waktu dua minggu untuk mengambil kesimpulan. “Kalau hasilnya (terbukti melakukan penyimpangan), kita tutup, karena menyalahi izin” katanya kepada MuhamadNafi dari TNR. Hingga Sabtu kemarin, layanan www.Indobetonline.com masih bisa diakses dan SK Kominfo sudah diubah menjadi Surat Menteri Kominfo.

Ajang taruhan di internet tak hanya di indobetonline.com. Beberapa situs taruhan lain sudah cukup dikenal kalangan komunitas pejudi lokal, misalnya: www.pasarbola.com, www.bolajalan.com, www.tebaknomor.com, www.indosoccer.com, dan com-com lainnya. Agak sulit mencari data berapa kapitalisasi dana yang berputar di ajang taruhan dunia maya ini. Sebab, tak ada penyelenggara situs bet itu yang bersedia memberi keterangan. Bungkam semua bagaikan layar monitor setelah shutdown.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Heru Nugroho, minat orang untuk main di situs tersebut cukup tinggi. Namun, pihaknya tidak bisa memeriksa jumlah pengaksesnya secara detail. “Itu hanya dapat dilakukan pengelola situs,” ujarnya.

Hanya saja berdasar pemeriksaan trafik beberapa situs taruhan yang melewati Indonesia Internet Exchange (IIX), tercatat angkanya cukup tinggi. “Namun, karena masalah etika kami tidak bisa sebutkan angka persisnya. Yang jelas cukup tinggi,” katanya. (Trafik IIX sendiri, yang sekarang tercatat pada Multi Router Traffic Graph, sudah mencapai angka 1,2 Giga bits per detik. Bandingkan dengan Maret tahun lalu yang hanya 245 Mega bits per detik)

Minat pada judi online ini juga dapat diendus dari demikian cepatnya situs gambling bermunculan di internet. Berdasarkan perhitungan abclocal.go.com (24 November 2003), pada 1997 hanya ada 25 situs. Angka itu kini menjadi sekurang-kurangnya 1.800 situs. Di Indonesia, menurut pakar telematika Roy Suryo, diperkirakan ada setidaknya 10 situs. “Yang mendorong pertumbuhan situs itu adalah adanya kesempatan bagi orang untuk mencoba mengubah hidupnya, daripada tidak mengerjakan apa-apa–siapa tahu dengan judi ini bisa berhasil,” katanya.

Roy Suryo menilai tampilan grafis situs layanan “mimpi” itu umumnya cukup menarik. Penataannya pun cukup profesional, sehingga benar-benar membuat orang yakin bahwa situs itu serius. Apalagi waktu yang dibutuhkan untuk mengakses situsnya cukup cepat. Roy mengamati, memang ketika memasuki di atas pukul 15.00, akses melembat hingga pukul 20.00. “Itulah waktunya orang-orang masuk internet dan melihat gambar-gambar dalam format JPEG, atau lainnya, termasuk situs judi,” urai dia. Jadi, pada jam-jam itu biasanya agak lambat masuk ke judi online. Kalau mengaksesnya pada pagi hari, relatif lebih cepat. Karena kebanyakan pada pagi hari orang mengakses internet bukan untuk tujuan berjudi.

Pada saat orang melakukan taruhan dengan memilih angka, menurut Roy, yang mengaku mengamati temannya bermain, ternyata cukup riil. “Jadi, memang tergantung kepercayaan pemain. Kalau dia percaya itu tidak ada rekayasa, dia akan main terus.”

Situs mereka memang ciamik dan cukup yahud. Tetapi, apa yang ada di balik situs, yakni para pengelolanya, tak mudah dilacak. Siapakah mereka? Tempo News Room yang berusaha menghubungi mereka untuk mendapat informasi dan sejumlah klarifikasi, tak pernah diberi akses secara leluasa.

“Halo….”
“Apakah benar di sini customer service Pasarbola.com?”
“Maaf, bukan. Anda salah sambung.”

Klik! dan nomor yang dihubungi TNR itu langsung diputus. Padahal, nomor itulah yang tercantum dalam situsnya. Di sana tertulis nomor tersebut harus segera dihubungi untuk melakukan konfirmasi begitu calon petaruh telah menyetorkan sejumlah uang deposit ke bank yang telah ditunjuk.

Cara lain, yakni dengan menghubungi via e-mail yang tercantum dalam situs juga tak banyak menolong. E-mail pertama yang berisi permintaan informasi detail mengenai layanan situs langsung dibalas dengan permintaan agar segera menyetorkan sejumlah dana ke rekening mereka di BCA atas nama Surya Suhendra.

E-mail kedua kembali dilayangkan, namun hanya dibalas dengan singkat, “Anda bisa baca semua tentang kami, aturan-aturan dan cara bermain pada betting guide yg terdapat pada masing-masing menu taruhan.”

Hal serupa terulang ketika TNR berhasil menghubungi angka yang tercantum dalam situs Indosoccer.com. Semula mengaku sebagai petaruh yang berminat ikut main, suara lelaki di ujung telepon bersedia menjawab. Namun, pembicaraan tak berlangsung lama dan lelaki dengan aksen khas tersebut langsung memutuskan hubungan. Ketika nomor tersebut dicoba dihubungi lagi, tak ada nada sambung. Telepon tersebut tak lagi diaktifkan hingga keesokan harinya.

Bagaimana dengan alamat mereka? Situs Tebaknomor.com, Bolajalan.com dan Pasarbola.com masih terdaftar atas nama perusahaan yang berlokasi di Singapura dan Amerika Serikat. Sementara itu, Indosoccer.com terdaftar atas nama OEI Harsono Wiryo dengan alamat di Lokasari, Jakarta Barat. Ketika dilakukan pengecekan di sebuah instansi pemerintah, alamat tadi tidak terdaftar.

Berbeda dengan yang lain, alamat pengelola Indobetonline.com di sebuah gedung di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, gampang ditemui. Pada pintu kaca kantor di lantai sembilan gedung itu, tertera jelas nama PT Indobet Online.

Menurut Toni, karyawan yang mengaku bagian umum dan personalia, menegaskan, hanya direktur mereka yang berhak memberi keterangan. “Tetapi sekarang direkturnya tidak ada,” kilah dia. Toni membantah layanan di situs indobetonline.com adalah perjudian. “Perusahaan ini terbuka, jelas alamat dan nomor telepon-nya.”

Pendapat Toni tersebut berbeda dengan pernyataan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel). Pekan silam, organisasi ini menyatakan mengecam keras perjudian internet yang diselenggarakan Indobetonline.com. Ketua Mastel Mas Wigrantoro R.S. menyebut indikasi perjudian itu terlihat dari kewajiban pemain melakukan deposit sejumlah dana tertentu dan nilai uang yang diterima bisa berlipat kali dari nilai yang didepositkan. “Sudah jelas taruhan itu adalah judi,” ujarnya.

Bagaimana sikap aparat keamanan? AKBP Brata Mandala dari Unit Tindak Pidana Teknologi Informasi dan Komunikasi, Markas Besar Polri, mengakui pihaknya sudah mendeteksi adanya gejala judi online selama 1,5 tahun terakhir. “Sudah jelas lokasi dan lain sebagainya,” katanya kepada Marta Silaban dari Tempo News Room. Katanya, polisi mendeteksi dari internet protokol address dan ikut dalam asosiasi jaringan internet Indonesia.

Namun, polisi sulit melakukan pembuktian. Dia mencontohkan pada penggerebekan perjudian di “darat”, polisi bisa merampas barang bukti. Misalnya, “Ada dadu saat kita gerebek.” Sedangkan dalam judi online, pelaku tidak dapat ditangkap di tempat. Brata juga menunjuk belum adanya undang-undang yang mengatur soal kejahatan di internet, sehingga menyulitkan penindakan. “(Kita) perlu undang-undang khusus,” dia menandaskan.

Ternyata, dunia maya membuat bukti-bukti perjudian ikut menjadi maya. Klik!.

Sumber : (tulus wijanarko/ucok ritonga/da candraningrum/)  Koran Tempo


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Diarrhea-related ailments kill 38 in Papua
Artikel selanjutnya :
   » » Pengiriman Obat untuk Korban Nabire Terlambat