Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
26
Des '03

Trauma Pada Major Label


Salurkan Album Keduanya Melalui Indie

BELUM genap setahun merilis album perdana, penyanyi Bonita sudah menyiapkan album keduanya. Putri MC kondang Koes Hendratmo ini mengaku trauma dengan album pertama itu, dan berusaha agar segala masalah tak kembali terulang.

Tujuh tahun lamanya Bonita menyiapkan album perdananya. Saat akhirnya ada pihak major label yang melamarnya, dia bahagia sekali. Pikirnya, album berjudul Bonita itu bisa dipromosikan dan distribusikan dengan baik. Sayang, baru dua minggu albumnya beredar (sejak 18 Mei 2003), Universal Musik Indonesia sebagai labelnya bangkrut. Bonita pun trauma dan sakit hati.

Meski demikian, Bonita tak patah arang. Kini dia sudah bersiap-siap masuk dapur rekaman lagi, mengerjakan album kedua. “Sekarang sedang mempersiapkan segala keperluan pra produksinya. Bulan Februari rencananya masuk dapur rekaman. Inginnya sebelum Pemilu album itu sudah bisa diluncurkan,” kata penyanyi kelahiran 7 Mei 1977 tersebut.

Belajar dari pengalaman, kali ini Bonita akan menyalurkan albumnya lewat jalur indie. “Kemungkinan besar begitu. Saya trauma akan pengalaman masa lalu saat di major label. Bayangin album yang sudah saya buat selama tujuh tahun nasibnya hanya dua minggu di pasaran karena berbagai alasan. Promo dan klip video yang mereka janjikan juga tak ada yang mereka laksanakan,” cerita adik Anda “Bunga” ini bersemangat.

Bagaimana kalau mengalami kesulitan lagi? Bonita mengaku tak akan berkecil hati. Dia akan terus mencoba. “Saya pernah menjadi presenter. Tawaran bermain sinetron pun tak sedikit. Tapi saya merasa kurang cocok. Bagi saya bermain musik sudah menjadi pilihan hidup,” ujarnya.

Album kedua ini rencananya akan lebih menonjolkan sisi musik akustik. Pemakaian alat-alat musik listrik akan diminimalisir. Alasannya, bermain di “lahan akustik” bisa menghasilkan lebih banyak ragam warna musik. “Musik akustik itu bisa digali menjadi bebagai warna lho,” tuturnya.

Mengenai jenis musik, Boni –begitu dia biasa dipanggil– akan tetap mengambil jalur pop. Tapi nuansa musik jenis lain seperti blues, jazz, dan rock-n-roll akan terlihat. “Musik jenis lain itu mau tak mau akan masuk. Semua itu tak lepas dari pengalaman bermusikku dan juga campur tangan dari orang-orang yang terlibat di pembuatan album itu,” kata mantan mahasiswi Keguruan Inggris Universitas Atmajaya, Jakarta, ini.

Boni tak akan sendiri dalam mengerjakan album ini. Ada pemain gitar pendatang baru Endah dan juga Sarah Silaban. Kenapa semua cewek? “Saya punya obsesi untuk mengangkat bahwa pemusik cewek Indonesia tak hanya bisa menjadi penyanyi. Saat disuruh pegang alat pun mereka bisa,” katanya.

Boni sendiri mengaku bisa bermain gitar dengan bagus. Tapi sayangnya kebolehannya itu tak pernah ditunjukkan di atas panggung. “Di atas panggung saya hanya menyanyi. Kalau disuruh main gitar saya malah kelabakan, abis suka nervous dan kordnya jadi lupa semua,” ujar penggemar Whitney Houston dan Mariah Carey ini.

Selain disibukkan oleh pembuatan album keduanya, Boni kini juga mencurahkan perhatiannya untuk mengurusi album perdananya dulu. “Master album itukan masih di Universal. Sekarang kami coba untuk memintanya. Rencananya album itu akan kami adakan peluncuran ulang. Entah sebelum atau sesudah album kedua,” akhir cewek yang mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarganya untuk berkarir di dunia musik.

Sumber : (ayi/jpnn) Pos Metro Balikpapan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Parkir antara Istiqlal dan Katedral
Artikel selanjutnya :
   » » Mayat Tanpa Identitas Mengambang di Sawah