Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
9
Des '03

Tarik Ulur Menata PKL Senen


Menata pedagang asongan bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi, jika pembuat kebijakan di tingkat wilayah masih memberikan toleransi dan kesempatan, kepada para pedagang untuk tetap berjualan di tempat semula, tetapi dengan batasan tertentu.

Kendala itu kini dialami Wali Kota Jakarta Pusat beserta jajarannya yang punya niatan membebaskan kawasan itu dari kemacetan. Langkah yang diambil antara lain dengan cara membangun beton pembatas mulai dari depan Terminal Senen hingga di bawah jembatan layang. Untuk sementara, rencana itu berhasil. Arus lalu lintas kembali normal. Tetapi sampai kapan akan bisa dipertahankan?

Hingga Senin sore, untuk mempertahankan programnya, Suku Dinas Tramtib dan Linmas Jakarta Pusat mengerahkan 160 anggotanya ke kawasan yang sedang ditata. Menurut Kasudin Sulaeman Bachtiar, mereka diperintahkan untuk tetap standby di sana hingga batas waktu yang tidak ditentukan. ”Ya sampai para pedagang merasa sadar bahwa lahan yang diperuntukkan bagi mereka hanya dua ruas yang kini sudah diberi beton pembatas,” ujar Sulaeman Bachtiar, kepada SH, Senin (8/12) sore.

Selama berada di kawasan Senen, anggota tramtib, linmas dan banpol tidak diperbolehkan melakukan tindakan keras. Mereka disarankan menggunakan pendekatan dari hati ke hati. Tetapi, jika tetap tidak bisa diingatkan, para petugas itu baru akan melakukannya dengan cara berikutnya. ”Cara keras untuk sementara ini kita tempatkan pada sesi paling akhir,” ujar Sulaemen Bachtiar.

Susah Diatur

Bagi aparat, pedagang asongan Senen, memang dikenal susah diatur. Selain itu mereka juga dikenal sangat keras dan selalu melawan petugas. Meski kawasan itu dijaga 160 petugas tramtib, linmas dan banpol, para pedagang tetap berjualan 1,5 meter dari pembatas beton yang dibangun Sudin PU Jalan Jakpus. Perlu untuk diketahui, dari 9 wilayah yang ada di Jakarta Pusat, Senen dan Tanah Abang merupakan kawasan yang susah untuk dibenahi.

Untuk menata kawasan itu Pemkot Jakarta Pusat sudah mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah, tetapi potret Senen tetap tidak berubah dari dulu hingga sekarang. Kumuh, kotor dan rawan tindak kejahatan. Petugas yang luka dalam operasi penertiban Senen juga tidak sedikit.

”Operasi penertiban sudah dilakukan puluhan kali, namun mereka tetap tidak bersedia meninggalkan lokasi tersebut. Biasanya, mereka kabur pada saat operasi dilaksanakan, dan kembali berdagang beberapa jam kemudian, saat aparat sudah meninggalkan kawasan yang baru ditertibkan,” ujar Sulaeman Bachtiar.

Jangka Panjang
Rencana jangka panjangnya, para pedagang asongan yang jumlahnya ribuan itu akan dipindahkan ke sebuah tempat di sebelah Terminal Senen. Lokasi tersebut, hingga kini belum dibebaskan. Hingga kini, Pemkot Jakarta Pusat masih terus berupaya mengegolkan rencana tersebut dengan terus mengajukan permohonan pembebasan lahan ke DPRD.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jakarta Pusat, Bambang Soegiono, yang ditemui terpisah menyatakan, permohonan pembebasan lahan di sebelah Terminal Senen hingga kini sudah berada di DPRD dan belum mendapatkan persetujuan.

”Saya optimistis bisa memindahkan para pedagang di areal baru, hanya saja soal waktunya kapan, tergantung pada keputusan Dewan,” kata Bambang.
Ditambahkan, pemindahan PKL ke lahan di samping Terminal Senen, terpaksa diajukan karena rencana terdahulu, mengalokasikan para PK-5 ke kawasan Kemayoran, hingga kini masih terganjal oleh tidak adanya keputusan dari Sekneg.

Sementara itu, dua pedagang asongan yang ditemui SH, di Senen, Rospita Siagian, dan Silaban, mengaku akan tetap berdagang di sana, dan tidak mempunyai niatan untuk pindah dari Senen. ”Kami akan tetap berdagang di sini sampai kapan pun dan tidak ada orang lain yang bisa mengubahnya. Karena di sini, saya bisa memberi makan keluarga,” ujar keduanya.

Sumber : (SH/satoto budi)  Sinar Harapan, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.