Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
20
Nov '03

Jaksa Harusnya Tuntut Pidana Maksimal



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Jaksa pada kasus korupsi Samadikun Hartono, Presiden Komisaris PT Modern Tbk, seharusnya menuntut hukuman maksimal yang dimungkinkan oleh undang-undang (UU) atau setidaknya yang mencerminkan keadilan masyarakat. Ini bukan hanya untuk menimbulkan efek jera, tetapi juga menunjukkan keseriusan pemerintah memerangi korupsi.

Demikian hasil eksaminasi atas putusan perkara Samadikun Hartono yang diungkapkan dalam diskusi publik di Jakarta, Rabu (19/11). Majelis eksaminasi terdiri dari MH Silaban, Dr Rudy Satriyo Mukantardjo, Chairul Imam, Syarief Bastaman, dan Bambang Widjojanto.

Kasus Samadikun Hartono merupakan satu dari banyak kasus yang kontroversial. Meski korupsinya jelas menyebabkan negara rugi miliaran rupiah, tetapi sanksi pidananya tak sepadan. Masyarakat mengetahui dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebagai ban tuan darurat pemerintah telah diterima Modern Group senilai Rp 1,79 triliun dalam bentuk fasilitas Surat Berharga Pasar Uang Khusus yang ternyata dipakai tidak sesuai dengan tujuan.

Di pengadilan, jaksa cuma menuduh tersangka menimbulkan kerugian Rp 169 miliar. Namun, dalam sidang, jaksa hanya bisa membuktikan penyelewengan dana BLBI sebesar Rp 17,25 miliar. Yang dapat dipertanggungjawabkan kepada Samadikun hanya Rp 11,9 miliar dengan pembelian promes PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Menurut majelis eksaminasi, jaksa mestinya juga menjeratnya dengan pelanggaran UU Perseroan Terbatas dan UU Perbankan.

Ketika menuntut, jaksa cuma meminta Samadikun dipenjara satu tahun dan denda Rp 20 juta. Tuntutan ini sangat rendah dibandingkan pidana maksimal menurut UU, yaitu penjara seumur hidup atau 20 tahun. Atas tuntutan ini, sense of crisis jaksa pantas dipertanyakan.

Sumber :( LOK) Harian Kompas, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Pengedar Putaw Ditangkap Polisi

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Ibu Rumah Tangga Gagalkan Perampokan