Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
24
Okt '03

Perusuh Poso Teridentifikasi


Satu Tertangkap, Lainnya Jadi Target

Beberapa senjata dan amunisi diamankan petugas pasca penangkapan pelaku kerusuhan di Morowali. Babuk ini diyakini berasal dari Filipina.Foto:lib/rs PALU - Setelah Beteleme, kini giliran pelaku kerusuhan di Poso Pesisir jadi target polisi. Bahkan kini pelakunya sudah teridentifikasi oleh aparat dan sedang dalam pengejaran.

Terkait dengan kasus penyerangan di wilayah Poso Pesisir itu, polisi memang sudah berhasil menangkap, Iwan (22), orang yang diduga sebagai pelakunya. Dia dibekuk di Desa Lawuon, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai pada hari Senin (20/10) dini hari sekitar pukul 04.00 wita. “Kami langsung ke KTP setelah mendapat surat DPO dari Polda Sulteng,” kata salah seorang anggota Intel Polres Banggai.

Tidak begitu sulit menangkap tersangka, karena aparat Polres Banggai dibantu salah seorang anggota Polres Poso yang sudah mengenal betul ciri-ciri tersangka. Beberapa jam setelah dibekuk, tersangka langsung dibawa ke Poso dengan menggunakan helikopter.

Kapolda Sulteng, Brigjen Drs H Taufik Ridha yang dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan terhadap Iwan yang diduga sebagai salah seorang pelaku penyerangan di tiga desa di Poso Pesisir itu.

“Ya benar, kita sudah amankan satu orang. Mudah-mudahan dari keterangan tersangka ini nanti bisa dikembangkan dari kelompok mana mereka. Yang jelas sekarang sedang kita dalami kasusnya,” sebut Kapolda.

Tertangkapnya satu orang pelaku penyerang di wilayah Poso Pesisir ini sekaligus menjawab adanya sinyalemen bahwa aparat keamanan hanya berkonsentrasi mengejar pelaku penyerang di Desa Beteleme.

Menurut Kapolda, bukan berarti aparat keamanan hanya melakukan operasi di Beteleme, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali, lantas kasus penyerangan di wilayah Poso Pesisir diabaikan. “Jadi kekuatan kita sekarang cukup untuk mengungkap beberapa kasus yang terjadi. Konsentrasi kita bukan hanya di Beteleme melainkan di Poso ini juga kita lakukan,” katanya.

Ia mengatakan motivasi mereka menyerang adalah dendam. Yang kemudian pasca konflik ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang menyimpan dendam.

“Nah dendam ini dieksploitir lalu ditunggangi untuk mengadu domba dengan tujuan supaya konflik Poso ini menjadi langgeng. Jadi, ada kelompok yang mengadu domba TNI dan Polri dengan tujuan tertentu. Saya belum bisa berkomentar dari kelompok mana orangnya. Yang jelas, ini masih dalam pendalaman tim dari Mabes Polri, apa ada keterkaitan dengan orang dari luar Poso,” papar Kapolda Sulteng.

Disinggung soal kedatangan Kaba Reskrim Polri Konjen Drs Erwin Mapasseng di Poso, menurut Kapolda Taufik, kedatangan Kaba Reskrim itu dalam rangka melihat langsung situasi Poso, sekaligus memantau pengungkapan kasus yang dilaksanakan oleh tim dari Mabes apa ada keterkaitan antara kasus yang terjadi di Poso dan di luar Poso atau Morowali.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Agus Sugianto ketika dikonfirmasi harian ini, kemarin (23/10) mengatakan, para pelaku kerusuhan di Poso Pesisir sudah teridentifikasi. Sayangnya, identitas para pelaku masih dirahasiakan aparat demi lancarnya proses penangkapan.

Soal tertangkapnya satu pelaku penyerangan di Poso Pesisir bernama Iwan, Kabid Humas Agus enggan menjelaskan lebih detail. Alasannya, satu pelaku yang diamankan itu masih dalam pemeriksaan intensif pihak kepolisian. Yang terang tegas Agus, para pelaku penyerangan di Poso Pesisir sudah diketahui identitasnya.

Juru bicara Polda Sulteng mengatakan, setelah aparat berhasil menangkap para pelaku penyerangan di Beteleme dan sekitarnya, giliran aparat gabungan Polda Sulteng dan memburu para pelaku penyerangan di Poso Pesisir.

Agus meminta, masyarakat tetap waspada, jangan terpancing oleh provokasi dan adu domba sehingga saling mencurigai serta bertindak di luar hukum. ‘’Sekecil apapun informasi beritahu kepada aparat dalam rangka penegakan hukum,'’ harapnya.

Ditambahkan Kabid Humas Agus Sugianto, atribut para perusuh tersebut dapat dilihat dari sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan aparat keamanan seperti, tujuh buah senjata api organik. Ketujuh senjata organik tersebut diketahui, lima berlaras panjang jenisnya monser dua pucuk dan M16 dua pucuk plus empat magazin serta satu pucuk jenis AK. Dua lagi jenis pistol FN plus dua magazin.

Barang bukti lain yang disita berupa, teropong satu buah, puluhan rangsel dan pakaian serta amunisi M16 206 butir, amunisi AK 27, amunisi campuran sebanyak 205. Sebagian besar barang bukti tersebut sudah diamankan di Mapolda Sulteng. Saat ini lanjut Agus-demikian biasa dipanggil, aparat gabungan Polda Sulteng yang dipimpin, Dir Reskrim Kombes Pol Tatang Suomantri, Dir Samapta AKBP Silaban dan Kasat Brimob Abdi Darma, masih melakukan penyisiran untuk mengungkap lebih jauh. Karena dari keterangan para tersangka yang saat ini mendekam di Mapolda Sulteng, sebelum melakukan penyerangan mereka dilatih lebih dulu.

Agus juga mengatakan, penangkapan dan penyisiran para tersangka dilakukan aparat sesuai prosedur. Bahkan ada di antara para pelaku penyerangan di Beteleme dan sekitarnya diketahui oknum yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) seperti, Aco Gajah Mada dan Madong.

Saat ini lanjutnya, kelompok 21 yang melakukan penyerangan di Beteleme dan sekitarnya sudah ditangkap satu persatu dari tempat yang berbeda setelah aparat gabungan Polda Sulteng melakukan penyisiran dan penangkapan sesuai prosedur. Dari 21 satu kelompok perusuh, enam diantaranya diketahui meninggal dunia setelah terjadi kontak senjata dengan aparat kepolisian. Keenam korban meninggal masing-masing bernama, Ali Lasawedi alias Gendut alias Ama, Ari alias Taufik alias Upik, Salman alias Sadam alias Sahdan, Rahmad Jeba alias Romo, Aswan dan Mohammadong alias Hasni alias Madong.

Sementara, 15 tersangka lainnya yang kini mendekam di sel Mapolda Sulteng diketahui bernama, Hasyim, Hamdan, Syafri alia Aco GM, Arman, Abbas, Abdul Haer, Asnan Hadi, Andang, Hendra Yadi, Suhardi, Rahmat, Tepang, Ishak, Hardianto, Abid alias Arif.

Sumber : (wan/sya/lib) Radar Sulteng


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Liberalisasi Berdampak Buruk bagi Pekerja Lokal
Artikel selanjutnya :
   » » Panglima Idola dari Ampana