Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
15
Okt '03

Calon Direksi PDAM Kritisi Gaji


Ada yang Tanya Utang dan Masa Jabatan

Pendaftaran direksi pdam SurabayaProses seleksi calon direktur utama dan direktur distribusi PDAM, terus bergulir. Kemarin, seluruh pelamar diundang Badan Pengawas (Bawas) PDAM untuk diberi gambaran sejelas-jelasnya, terkait kondisi internal di perusahaan milik pemkot itu. Dalam pertemuan tersebut, para calon direksi menghujani Bawas dengan berbagai pertanyaan. Mulai laporan keuangan perusahaan, masa kerja direksi, sampai soal besarnya gaji.

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 itu berlangsung sangat tertutup. Kesannya, pemkot tidak ingin acara itu diketahui wartawan. Buktinya, lokasi acara ternyata berubah sampai tiga kali dari yang direncanakan. Semula, acara itu akan diadakan di Graha Sawunggaling, lantai enam gedung pemkot. Para wartawan pun nyanggong di tempat itu selama berjam-jam.

Tapi, hingga pukul 13.15, tak tampak seorang calon direksi pun yang hadir. Menurut seorang staf Bagian Perekonomian, lokasi acara diubah menjadi di Ruang Sidang Wali Kota. Setelah dicek, informasi itu ternyata tidak benar. Lalu, ada lagi kabar yang menyatakan jika acara dilangsungkan di gedung pertemuan PDAM. Lagi-lagi, isu itu hanya isapan jempol.

Setelah ditelusuri, ternyata acara itu digelar di gedung Fakultas Psikologi Unair lantai tiga, tepatnya di Aula Abraham Maslow. Para wartawan pun ramai-ramai nyanggong di tempat itu. Pantauan Jawa Pos, di antara para calon direksi terdapat wajah-wajah yang tak asing lagi di kalangan pemkot. Misalnya, Kabid Fisik dan Prasarana Bappeko Ir Togar Arifin Silaban, dan Kasie Dinas Kebersihan, Ir Yudha Satriya Dipl Eng. Selain itu, ada juga PNS dari Pemprov Jatim.

Dari kalangan tim rekrutmen tampak Plt. Sekkota Muklas Udin yang juga plt. Kepala Bawas PDAM, Kabag Perekonomian Endang Tjaturahwati yang juga sekretaris Bawas PDAM, dan dua anggota Bawas, Joni Hermana (dosen Teknik LingkunganĀ  ITS) dan Abdul Gafar (wakil konsumen). Selain itu, tampak juga Direktur Produksi Kusnowihardjo dan Sekretaris Direksi Aditya Wasita.

Meski pertemuan berlangsung tertutup, Jawa Pos berhasil mengikuti sebagian acara. Terutama, saat diadakan dialog antara Bawas PDAM dengan para calon direksi. “Kami ini calon direksi PDAM, tapi mengapa kita tidak diberi tahu kondisi keuangan PDAM secara menyeluruh. Misalnya, soal utang PDAM. Bukankah itu sangat penting bagi kami?,” tanya Solechah Madjid. Menurut perempuan bergelar sarjana akuntansi ini, informasi mengenai kondisi keuangan PDAM akan membantunya dalam menyusun kerangka acuan saat pemaparan visi dan misi pada 27 Oktober mendatang.

Pertanyaan ini dijawab Endang Tjaturahwati dengan tenang. “Neraca laporan keuangan memang tidak bisa diberikan secara rinci. Kita hanya bisa memberikan data mengenai pendapatan, biaya operasional dan laba bersih,” katanya.

Yang menarik, ada juga beberapa pelamar yang menanyakan gaji direksi PDAM. Salah satunya adalah Bambang Heriyanto. “Kami semua belum tahu berapa besar gajinya direksi PDAM. Apa benar tidak sampai Rp 4 juta?,” ujarnya, bernada tanya. Dia juga menanyakan mengenai masa kerja direksi PDAM.

Pertanyaan itu kembali dijawab Endang. Menurut dia, sesuai Permendagri 7/1998, gaji direksi besarnya dua setengah kali gaji pegawai tertinggi di PDAM. “Memang sih, besarnya tidak sampai Rp 4 juta,” ujar Endang. Namun, lanjut Istri Jony Hendratno ini, ada berbagai tunjangan yang besarnya tergantung pendapatan PDAM. “Nantinya, direksi PDAM akan kita beri kewenangan penuh untuk membuat policy, misalnya menyusun perda. Soal gaji, saya kira masih ada peluang untuk dinaikkan,” tandasnya.

Mengenai masa kerja PDAM, Endang menjelaskan jika para direksi yang nantinya terpilih, hanya bersifat melanjutkan masa kerja direksi sebelumnya. “Masa kerja direksi yang nantinya terpilih hanya sampai 2006. Tapi, setelah itu bisa dipilih kembali jika memang masih memenuhi persyaratan,” jelas Endang.

Pada bagian lain, Joni Hermana menyatakan jika direksi baru harus mampu menaikkan pendapatan PDAM dari penjualan air. Sebab, fakta saat ini, sekitar 80 persen pendapatan PDAM ternyata berasal bukan dari penjualan air, melainkan dari biaya penyambungan saluran baru.

“Data yang saya miliki, sekitar 80 persen pendapatan PDAM berasal dari biaya penyambungan saluran baru,” katanya. Padahal, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang air, penghasilan terbesar seharusnya berasal dari penjualan air.

Joni mencontohkan pendapatan PDAM tahun 2002. Waktu itu, laba bersih PDAM tercatat sekitar Rp 13 miliar. Dari jumlah itu, 80 persennya (Rp 10,4 miliar) berasal dari penyambungan saluran baru. Hanya 20 persen sisanya (Rp 2,6 miliar) saja yang berasal dari penjualan air. Jika kondisi ini terus dibiarkan, Joni memprediksi, tak lama lagi PDAM akan gulung tikar. “Biar tidak ambruk, direksi baru harus mampu menemukan terobosan-terobosan baru,” jelas dosen teknik lingkungan ITS ini.

Joni juga menjelaskan mengenai jaringan pelayanan PDAM yang hingga awal 2003 lalu sudah meliputi 65 persen dari luas total wilayah Surabaya. “Dengan cakupan wilayah kerja yang begitu luas, seharusnya PDAM bisa mendapatkan penghasilan lebih dari yang sekarang. Itu tantangan bagi saudara-saudara,” ujarnya.

Seusai acara, Endang menjelaskan jika jumlah pelamar ternyata membengkak. “Saat pendaftaran ditutup Senin sore lalu (13 Oktober, pukul 16.00, Red) pelamar yang memasukkan berkasnya berjumlah 40 orang. Setelah dipilah-pilah, ternyata ada enam orang yang mengirimkan berkas lewat pos. Itu baru diketahui pukul 21.00. Jadi, total pelamar ada 46 orang,” ujarnya. Namun, dalam acara kemarin, tercatat hanya 42 orang yang hadir. Mengapa? “Yang empat orang kita coret. Sebab, ada persyaratan yang tidak dipenuhi. Misalnya, umurnya ternyata di atas 52 tahun,” ujar Endang. Sekadar mengingatkan, salah satu persyaratan pelamar direksi PDAM memang harus berumur maksimal 52 tahun.

Ini Dia Calon Direksi PDAM:

No . Nama

1. Drs H Cahyono Ak PHD QIA
2. Ir Made Wisaya
3. Suryadarma Amin BSc Bac SE MBA MSM
4. Drs Ec Bambang Heriyanto MM
5. Ir H Hendri Santoso MM
6. Tomo Gunawan
7. Drs Ec Mohammad Dawoed
8. Ir Bambang Sakti Widodo
9. Bambang Galung Susanto Ir MSc
10. Ir Edison Siregar
11. Ir Kristianto MBA MM
12. Endang Sukendar ST
13. Ir Bambang Murtjahjanto
14. Ir Arry Mulyantono
15. Ir Herry Hindiono
16. Ir Togar Arifin Silaban MEng
17. Ir H Tano Baya
18. H Joni Yusman SE
19. Ir Achmad Hussein
20. Ir Nurhadi Santoso M MT
21. Ir Pengkie Sugiho P MBA MM
22. Drs Ir Rudy Wahyu Finansyah MT
23. Drs Taufan MBA MM
24. Husin R Mallaleng Drs Apt MKes (MPK)
25. Ir Joko Sudibyo MM
26. Ir W Pramasto MBA
27. Ir Herman Hidayat MT
28. Syamsaimun Akt
29. Ir HM Yamin Indrawan P MM
30. Ir Pudjiono
31. Ir Oktavijanto Putro
32. Al Chamkham
33. Dra Solechah Madjid Ak
34. Nanang Priyatna SE
35. Ari Yuniasmono
36. HT Novianto W ST
37. Ir Mohammad Adhi Resza
38. Ir Suryanto MM
39. Vica Aripriadi SE
40. Andi Rahmean Pohan
41. Ir Fahmi Sidiq MBA
42. Ir Yudha Satriya Dipl Eng

Sumber : (oni) Jawa Pos (cached)


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Tugu Khatulistiwa, Ikon Pariwisata Kalbar
Artikel selanjutnya :
   » » Employers told to better investment climate