Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
24
Sep '03

Total Harus Bayar Invoice yang Rusak


Soal Pesangon Mantan Karyawan JGW

Direktur Utama PT Jhoswa Graha Wiranusa (JGW) Bona Silaban mengaku bahwa pihaknya tak bisa membayar pesangon mantan karyawan JGW, jika PT Total E&P Indonesie tak mau membayar invoice yang dirusakkan oleh pihak Total. Hal ini dikatakannya, di depan puluhan karyawan yang mendatangi kantor JGW di komplek Balikpapan Baru Blok A5. “Saya pertaruhkan kepala saya. Tak ada setitikpun hak mantan karyawan yang akan saya abaikan. Namun jujur saja, sekarang saya tak bisa bayar, sebelum Total membayar invoice yang rusak,” papar Bona Silaban kepada Kaltim Post kemarin. Bona kembali menjanjikan kepada mantan karyawan, bahwa pesangon sudah bisa diambil pada hari Kamis (25/9) besok, dengan catatan Total mengakui bahwa kerusakan invoice disebabkan oleh pihak Total. “Sebelumnya mantan karyawan ke DPRD dahulu, untuk meminta kepada manajemen Total, manajemen JGW dan karyawan untuk dipertemukan. Nanti di sana akan kami beberkan semuanya, beserta bukti-bukti. Saya minta keterangan, mengapa invoice yang rusak tidak diakui oleh Total,” tandasnya. Sebelumnya pernah diberitakan bahwa mantan karyawan JGW menuntut manajemen JGW untuk membayarkan pesangon. Manajemen JGW berjanji akan membayarkan pesangon jika tagihan-tagihan JGW kepada Total dibayarkan.

Invoice yang rusak tersebut masing-masing tersebar di Handil dan Senipah. Kerusakan yang harus dibayarkan oleh Total, karena invoice yang rusak tersebut sekitar US$ 216,746. Permasalahan lainnya, kata Bona, bahwa kontrak No.404-119/KL/164 dipaksakan berakhir tanggal 17 Agustus 2003, tanpa memberikan kesempatan kepada JGW untuk melaksanakan optional extension (perpanjangan kontrak). “Padahal dalam kontrak awal sudah dijelaskan bahwa kontrak selama 5 tahun plus masa perpanjangan 1 tahun,” urainya. Setelah diputus kontrak, lanjut Bona, kemudian memaksakan pekerjaan kepada kontraktor lain, yang tak lazim di dalam aturan pemerintah (Kepres 18/2000).

Dijelaskan oleh Bona, pihaknya tak pernah merugikan Total, bahkan sebaliknya, Total selalu diuntungkan oleh JGW. “Perlu disadari oleh Total, bahwa jasa yang kami berikan sangat besar. Total sudah menikmati keuntungan besar. Sehingga kami perlu pertanyakan alasan apa sehingga Total menahan uang yang menjadi hak kami,” tandasnya.

JGW sudah mengirimkan surat kepada pihak Total (tertanggal 6 September 2003) dan meminta perhatian agar memberikan penegasan merealisasikan pembayaran. Dalam surat tersebut juga dikatakan bahwa apabila terjadi permasalahan yang semakin besar, JGW akan meminta pertanggungjawaban Total sesuai hukum.

Total sendiri sudah memberikan jawaban atas surat tersebut, dengan surat tertanggal 12 September yang ditandatangani oleh Senior Vice President & East Kalimantan District Manager, Philippe Jahan. Dikatakan dalam surat balasan tersebut, bahwa kontrak No.404-199/KL164 adalah bukan kontrak yang eksklusif, yang mengharuskan Total memakai dan mempergunakan jasa peralatan/jasa kontraktor tunggal. Secara hukum Total punya kebebasan penuh untuk melakukan hubungan hukum dalam hal apapun. Kemudian bahwa penjelasan atas tagihan yang akan dan telah dibayarkan Total telah termuat dalam surat No.DK/FIN/ACC/03-2096 tanggal 8 September. Total juga menampik adanya tuduhan-tuduhan bahwa Total menahan-nahan pembayaran tagihan. Kenyataannya, status dari tagihan-tagihan tersebut adalah telah Total bayarkan, sebagian belum dibayarkan karena belum jatuh tempo dan sebagian belum dapat diproses karena tak didasarkan pada dokumen pendukung yang benar. Total pun, masih dalam surat itu, mengatakan Total dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya selalu berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku. Oleh karenanya segala macam bentuk ancaman dan tuntutan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mengenai poin yang terakhir ini, Bona dengan tegas mengatakan pihaknya tak pernah melakukan ancaman atau tuduhan. “Siapa yang mengancam mereka. Kami tak pernah lakukan itu,” tandasnya.

Sumber : (iza) Kaltim Post Online, Balik Papan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Kulminasi Matahari, Tugu Khatulistiwa “Menghilang”
Artikel selanjutnya :
   » » JPU Diduga Sengaja Melemahkan Dakwaan