Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
13
Sep '03

Ikut Bertanggungjawab Bayar Uang Pesangon


Bona Seret Total E&P Indonesie

Direktur PT Jhoswa Graha Wiranusa (JGW) Bona Silaban mengatakan, permasalahan pembayaran uang pesangon 50-an mantan karyawan JGW bukanlah tanggung jawab JGW semata. Namun PT Total E&P Indonesie juga harus bertanggungjawab atas keterlambatan pembayaran pesangon tersebut. “Permasalahan ini bukan tanggung jawab saya semata. Total juga ikut bertanggungjawab,” tegas Bona kepada Kaltim Post kemarin. Hal ini berkaitan dengan belum tuntasnya pembayaran kerusakan invoice material handling lifting & equipment milik JGW oleh Total. Lebih lanjut dikatakannya, jika Total bersedia membayar kerusakan 8 invoice tersebut, maka pembayaran pesangon mantan karyawan JGW akan dituntaskan.

Sebelumnya diberitakan, sekitar 50-an mantan karyawan PT Jhoswa Graha Wiranusa kecewa terhadap Direktur Umum JGW, Bona Silaban. Pasalnya, kesepakatan untuk membayar uang pesangon karyawan pada Kamis (11/9) kemarin, diingkari oleh manajemen. “Janjinya dibayarkan hari ni. Namun Direktur malah tak ada di tempat,” ujar S, salah satu mantan karyawan. Padahal kata S, pihak JGW sendiri sudah mendapatkan dana sebesar kurang lebih Rp600 juta dari Total E&P Indonesie.

Sebelumnya pernah diberitakan, mantan karyawan JGW ini menuntut pembayaran pesangon, setelah 5 tahun bekerja di JGW, yang merupakan kontraktor di Total E&P Indonesie. Untuk membayar pesangon karyawan, JGW mendesak Total segera mencairkan dana. Dalam pertemuan antara mantan karyawan, Total dan JGW disepakati Total akan mencairkan sejumlah dana untuk pembayaran pesangon karyawan tersebut. Akhirnya, pada Selasa (9/9) lalu, pencairan dana sudah dilakukan.

Belakangan pihak JGW malah terkesan cuci tangan. JGW berdalih bahwa pembayaran pesangon akan dilakukan, setelah ada pembayaran invoice material handling lifting & equipment yang rusak dari Total. Ada 6 invoice yang beroperasi di Senipah (Mobile Crane Lorain) dan 2 invoice yang beroperasi di Handil II yang kondisinya rusak (Crawler Crane Sumitomo).

Lalu kapan kepastian pembayaran pesangon tersebut? Bona malah meminta dukungan kepada mantan karyawan untuk memperjuangkan pembayaran invoive yang rusak tersebut oleh Total. “Kami butuh suara karyawan agar permasalahan ini selesai. Tapi lebih jauh bicara saja dengan pengacara saya saja,” katanya.

Sumber : (iza) Kaltim Post Online, Balik Papan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dana Sudah Cair, Pesangon Urung Dibayarkan
Artikel selanjutnya :
   » » Jalan MH Thamrin, Riwayatmu Kini