Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
21
Jun '03

Calon Direksi Garuda Segera Diseleksi


Kantor Menneg BUMN akan segera menyeleksi nama-nama calon direksi Garuda Indonesia persiode 2003-2008 menyusul berakhirnya masa jabatan direksi yang lama tanggal 15 Juni 2003 lalu.
Puluhan nama calon direksi baru Garuda Indonesia sudah masuk ke Kantor Menneg BUMN sejak beberapa waktu lalu. Demikian dikemukakan sumber SH di Jakarta, Sabtu (21/6).
Sebelumnya Deputi Menneg BUMN Bidang Logistik dan Pariwisata, Ferdinand Nainggolan mengatakan, paling lambat awal Juli 2003 sudah diproses calon direksi baru Garuda tersebut.

Saat ini sedang diproses nama-nama yang telah masuk, baik calon dari dalam Garuda maupun dari luar.
Menurut Ferdinand, tidak ada keharusan bahwa calon direksi Garuda Indonesia berasal dari dalam. Kalau memang dari luar cukup capable tidak ada masalah. Yang penting memenuhi kriteria yang ditetapkan dan memang benar-benar profesional di dalam bidang itu. ”Intinya, bagaimana dia bisa membawa Garuda keluar dari kesulitan dan membawa perusahaan penerbangan itu maju,”katanya baru-baru ini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh SH, sedikitnya terdapat dua nama calon untuk masing-masing departemen di Garuda Indonesia. Selain itu, terdapat pula sejumlah nama calon direktur utama Garuda, karena paket pergantian direksi itu menurut versi Kantor Menneg BUMN adalah satu paket.
”Masuknya Indra Setiawan sebagai dirut satu tahun lalu ternyata untuk menyelesaikan masa jabatan Abdul Gani yang mengundurkan diri,” kata sumber tadi.

Saat ini, posisi direksi Garuda semuanya sudah demisioner. Direksi tidak bisa lagi mengambil keputusan yang sifatnya mendasar. Karena itu, Kantor Menneg BUMN diharapkan segera menyelesaikan proses seleksi calon direksi supaya Garuda Indonesia tidak sampai mengalami kendala.

Sejumlah nama calon yang diunggulkan menjadi direksi Garuda Indonesia antara lain untuk posisi Direktur Utama yakni Richard Budianto (kini masih menjabat Direktur Teknik), Rudy Hardono (kini masih menjabat Direktur Operasi), Indra Setiawan (masih menjabat Dirut Garuda), dan Bachrul Hakim (kini direktur niaga). Sedangkan, dua nama dari luar yang juga disebut calon kuat Direktur Utama adalah Setyanto P Santosa (mantan Dirut Telkom dan Ketua Badan Promosi Pariwisata) dan Hotasi Nababan (kini Dirut Merpati).
Sementara untuk posisi direktur keuangan menggantikan Emirsyah Satar yang kini menjadi Wakil Presdir Bank Danamon diajukan beberapa nama antara lain Handrito dan Daan Achmad. Calon direktur niaga menggantikan Bachrul Hakim adalah Simon Pulungan dan Irman Imawan.

Untuk pengganti posisi direktur teknik Richard Budianto diusulkan sejumlah nama yakni Ir Koentjoro Soenarko, Ir Batara Silaban, Ir Agus Sudarya dan Ir Supriadi. Sementara nama-nama calon direktur operasi menggantikan Rudi Hardono diusulkan sejumlah nama yakni Capt Ronggo, Capt Krismanto, Capt Faridansyah dan Capt Bobby Faisal.

Di kalangan internal Garuda kini makin ramai dibicarakan mengenai siapa yang dinilai pantas menduduki posisi direksi Garuda tersebut. Sebab, Garuda kini sedang mengalami banyak masalah, terutama untuk membayar utang sebesar US$ 120 juta/tahun. Selain itu, berbagai persoalan yang dihadapi di dalam negeri dengan semakin ketatnya persaingan bisnis penerbangan.
Ancaman operator swasta dinilai sangat serius bagi Garuda Indonesia. Sebab, hampir semua rute-rute gemuk Garuda kini digerogoti oleh operator swasta. Ditambah lagi, keinginan Garuda menambah frekwensi penerbangan di beberapa rute terganjal di Ditjen Perhubungan Udara.

Pejabat Ditjen Perhubungan Udara Dephub, menurut sumber tadi, lebih memprioritaskan operator swasta karena mereka relatif bisa mendapatkan manfaat ketimbang Garuda dan Merpati. Selain itu, tidak masuknya Dirjen Perhubungan Udara, Cucuk Soerjo Suprodjo sebagai komisaris di Garuda Indonesia membuat hubungan Garuda dengan pejabat di lingkungan Ditjen Perhubungan kurang harmonis.
”Sejak beberapa tahun silam Dirjen Perhubungan Udara secara otomatis selalu menjadi komisaris ex officio di Garuda,” tambahnya.

Di antara calon direksi Garuda sendiri kini diperoleh informasi mulai banyak yang kasak-kusuk, baik ke kantor Menneg BUMN, Menteri Perhubungan, DPR dan partai politik. Mereka mencari dukungan agar bisa terpilih menjadi direksi Garuda Indonesia. Padahal, kondisi perusahaan ini cukup berat. ”Saya tidak tahu apa yang mereka kejar di Garuda Indonesia,” kata seorang anggota Komisi IV DPR yang enggan disebut jatidirinya.

Sumber : (kbn) Sinar Harapan, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Gagasan Bangsa dalam Politik Arsitektur dan Ruang Kota
Artikel selanjutnya :
   » » Menguak Tabir Prana dengan Fisika