Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
12
Mei '03

Keterikatan Historis Membuat Ta Ina Luhu Selalu Hidup



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Penelitian Siswi SLTP Negeri 3 Ambon

Ta Ina Luhu - sering juga disebut Nenek Luhu - menjadi legenda dalam kehidupan masyarakat Maluku. Dari tokoh ini terabadikan nama-nama tempat di kota Ambon yang berhubungan langsung dengan dirinya, seperti Gunung Nona, Batu Capeu, atau Air Puteri. Konon, menurut cerita, nama-nama tersebut merupakan tempat persinggahan Ta Ina Luhu selama dalam perjalanan.

Masyarakat Kota Ambon hanya mengetahui tentang akhir hidup tokoh yang dikisahkan hilang secara misterius tersebut. Akan tetapi tokoh ini sering muncul bersamaan dengan turunnya hujan yang disertai panas. Bila keadaan seperti itu terjadi akan mengakibatkan hilangnya anak-anak secara misterius. Bagi masyarakat Maluku, hilangnya anak-anak secara misterius selalu dikaitkan dengan cerita Nenek Luhu.

Hal ini yang mendasari tiga siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 3 Ambon untuk menelusuri lebih jauh tentang tokoh Ta Ina Luhu. Penelusuran dilakukan melalui sebuah penelitian. Ketiga siswi tersebut adalah Irene Paliama, Rosita Silaban, dan Alfrid Makatipu. Karya mereka termasuk salah satu finalis Lomba Ilmiah Penelitian Remaja (LPIR) 2002.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kehidupan tokoh Ta Ina Luhu yang telah menjadi legenda rakyat Maluku. Untuk itu, ketiga siswi ini melakukan penelusuran perpustakaan, mencari buku-buku yang berkaitan dengan cerita Ta Ina Luhu. Penelitian dilakukan hampir tiga bulan, dari April 2002 - awal Juni 2002.

Penggambaran tokoh dalam cerita ini menggunakan metode langsung dan tidak langsung. Dalam penelusurannya, ketiga siswi ini mengetahui kehidupan keluarga La Ina Tahu. Dijelaskan bahwa ketika Patiwane gugur, Puar Bulan dan Luhu Tuban telah mempunyai dua putra dan seorang putri. Ta Ina Luhu puteri sulung, dua putera lainnya adalah Sabadin dan Kasim Luhu. Ta Ina Luhu artinya anak perempuan dari Luhu atau Puteri Negeri Luhu atau Puteri Luhu.

Tentang Ta Ina Luhu digambar bahwa ia termasuk anak yang paling mencintai orang tua dan sanak saudaranya. Dilihat dari tutur katanya, ia seorang anak yang bertakwa. Ia rajin berdoa, berbudi pekerti luhur dan seorang anak yang berkepribadian. Ta Ina Luhu adalah seorang yang patuh dan penurut.

Digambarkan pula bahwa tokoh Ta Ina Luhu seorang yang berpengetahuan, sebagaimana kutipan dari penelusuran berikut: ‘’Sebagai seorang putri Gimelaha, dia dan adik-adiknya selalu diajarkan tentang pengetahuan di sekolah dan pengetahuan keagamaan. Mereka ditangani oleh guru khusus yang setiap saat berkunjung ke istana.'’

Kehidupan Ta Ina Luhu di Negeri Luhu pada akhirnya berpindah ke Ambon. Kepindahan itu disebabkan berakhirnya perang Huamual yang dimenangkan oleh penjajah Belanda.

Dalam sebuah referensi, dikisahkan, ‘’Dinding-dinding benteng itu ada tulisan-tulisan. Dia menghampiri dan membacanya. Di situ ada tertulis ‘Victoria’ Stephen van des Haghen 1605. Dia teringat akan cerita ayahnya tentang sebuah benteng di Ambon.'’ Masa pertumbuhan Ta Ina Luhu tergambar dalam kutipan berikut, ‘’Ina Luhu tumbuh dengan suburnya.'’ ‘’Ta Ina Luhu memang cantik. Daya tariknya memikat.'’

Setelah menghilang secara misterius kemudian muncul, maka ia dapat dikenali dengan diskripsi ini: ‘’Katong biasa mendapat antua berupa seorang nenek tua kalau hujan panas sedang turun. Antua berjalan turun naik karena kaki sebelahnya adalah kaki manusia sedang lainnya kaki kuda.'’ Atau kutipan berikut, ‘’Orang tidak menyebutnya Ta Ina Luhu lagi, melainkan Nenek Luhu karena beliau selalu menampilkan diri seperti seorang nenek tua yang renta'’.

Melalui ucapan dan pikirannya, Ta Ina Luhu tampak amat membenci orang Belanda. Dia berucap, ‘’Tidak mungkin aku bersuamikan seorang di antara mereka yang membunuh orang tua dan sanak keluargaku.'’ Dia juga berkata, ‘’Beta minta ditembak mati setiap hari, tapi mereka tidak melaksanakan hukuman mati.'’ Perbuatan orang Belanda terhadap dirinya membuat ia membenci mereka.

Kisah perjalanan pengembaraan Ta Ina Luhu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan Kota Ambon. Itu karena ada lokasi-lokasi atau daerah tertentu yang namanya disesuaikan dengan Ta Ina Luhu. Gubug Nona, misalnya. Dalam kisah hidup Ta Ina Luhu, gunung ini pernah menjadi tempat peristirahatannya. Demikian pula dengan Batu Capeu, tempat yang dipercaya ‘menyulap’ topinya menjadi batu.

Dari serangkaian penelusuran itu, ketiga siswi ini menyimpulkan bahwa legenda Nenek Luhu menjadi hidup karena ada keterkaitan secara historis dengan sejarah Kota Ambon. Mereka juga menyimpulkan, ada unsur mendidik yang dapat dipakai dalam legenda ini, seperti patriotisme, kepribadian yang kuat, idealisme, dan gerakan pembaruan.

Sumber : (bur) Republik Online


Ada 6 tanggapan untuk artikel “Keterikatan Historis Membuat Ta Ina Luhu Selalu Hidup”

  1. Tanggapan Nie:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    kayaknya ney… crt ini ney agak salah dech, jauh berbeda gitu loe dr apa yg ada di buku2 terutama di buku2 cerita rakyat yg ada di ambn !!!
    please ralat donk !!!!
    thx b4.

  2. Tanggapan klopFLeiscH.B:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    yeaHhhhhh…………..b percaya
    secara ni kan penelitian temanku waktu di SLTP neg 3 duLu
    gk nyangka yeaH………..
    sayang duLu kita gk berHasIL jd nUmber ONe yaH>>>>>>>>>>>>.

  3. Tanggapan Renata Schade:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    saya kira penanggap no 1, terlalu tendensius, harusnya yang membangun dong, dengan menyebutkan judul buku. ini juga hasil penelitian gitu lho, jadi di hargai, mendingan kamu penelitian ulang sehingga penelitian bisa dibantah, artinya penelitian harus di lawan dengan penelitian, begitu baru tanggapan anda dinyatakan benar. buktiiiiin doooooonnnng. belajarlah menghargai kekayaan intelektual orang lain, dengan membuktikannya secara ilmiah. rata-rata orang ambon memang gitu sukar untuk menerima kelebihan orang lain, falsafah pohon sagu jgn di telan mentah-mentah yach???
    salam perdamaian semoga ada penelitian baru tentang Ta Ina Luhu.

  4. Tanggapan klopfleisch gina:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    kesimpulan bahwa cerita nenek luhu yg “abadi” karena ikatan historis cukup masuk akal dan message yg disampaikan dari Ta Ina Luhu sangat bagus.
    sayangnya, generasi sekarang mulai melupakan warisan budaya termasuk “mitologi2″ maluku, padahal inilah warisan yg semestinya perlu dipelihara.

    pelajaran muatan lokal perlu dikembangkan secara praktis barangkali… misalnya riset!
    iya ga?

  5. Tanggapan ferymon:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    ceritanya terlalu singkat, aku mau nanya nih 1. kedatangan Ta Ina luhu ke Ambon sebagai tawanan perang atau bukan? trus beberapa tempat seperti Kudamati & air puteri berhubungan dengan kehidupan yang pernah dijalani Ta Ina Luhu atau tidak?. Tolong ditangapi ya!.

  6. Tanggapan Qiszmely:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Sebagai anak negeri.. dari Negeri yang bernama LUHU..saya ikut bangga dengan cerita Nene Moyang kami yang diangkat lewat cerita legenda..secara kultural kami sendiri tidak mengenal & mengetahui legenda Nene Luhu..karena legenda ini hanya beredar di Ambon & sekitarnya ..tapi dari asal muasalnya konon ia berasal dari Kerajaan Jimalaha atau Gimalaha…dari bukti yang ada masih ada gua batu yang msh lengkap dangan altar dan kursi kerajaan ,..belum lagi ada batu yang sama persis dengan kemaluan Laki laki & kemaluan perempuan, ada juga mulut ikan hiu yang lengket pada dinding batu,..disampingnya ada celah batu yang membelah lautan sampai ke ujung pulau Seram..yang melegendakan cerita pertarungan antara Ikan Hiu & Ular..dan masih banyak lagi bukti2 yg belum diangkat sebagai legenda. Disanalah dijaman kolonial terjadi pemberontakan besar beasaran banyak kerajaan yang tidak mau tunduk kepada pemerintah kolonial yang terdapat di Zajirah Huamual..ada Jimalaha, Tomarala,Sapalewa dll. Saat peristiwa itu konon ceritanya sebanyak 99 negeri menjadi hilang,,..yang tertinggal hanya satu negeri yaitu negeri LUHU..negeri legenda.. negeri huamuale…..kerajaan jimalaha ini ikut hilang….. kemudian legenda ini muncul…
    Tapi saat masih kecil cerita NENE LUHU ini sering di ceritakan..Saya ikut bangga jika legenda ini dimunculkan..
    Kami semua yang disana masih mempercayai hal itu..karena dia ada dalam ketiadaan (Amanai te tua’a amanai hue’e ra)

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Bisa Menjadi Lumbung Dollar

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Pekerja Inginkan Pemilihan Dirut Jamsostek Lewat ” Fit and Proper Test”