Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
24
Apr '03

Reza Membawa Cinta


Tuntas sudah mimpi Reza untuk ”menyentuh” para penggemarnya di Jakarta. Lewat konser bertajuk ‘The Touch of Reza’ yang dipadati sekitar 3.000 penggemarnya di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu malam (23/4) kemarin, Reza menghadirkan suasana cinta lewat tembang-tembangnya yang romantis.

Ia juga membuktikan dirinya sebagai sebagai salah satu diva andal Indonesia. Selama dua jam nonstop, penyanyi yang terkenal dengan suaranya yang serak nan seksi ini membawakan 18 judul lagu dari tiga albumnya, Keajaiban, Keabadian, dan Keyakinan.

Demi memuaskan penggemarnya, Reza tampil habis-habisan. Ini terlihat dari persiapan tata panggungnya yang minimalis dengan dominasi hitam, tapi tetap memikat dengan permainan cahayanya, kostum, pemilihan bintang tamu, seperti Titi DJ, Bebi Romeo dan Tohpati, hingga pembagian konser menjadi tiga sesi, yaitu sesi up beat, slow akustik, dan disko.

Tanpa banyak basa-basi, Reza yang memakai gaun hitam-hitam langsung menggebrak lewat sesi pertamanya dengan menampilkan lagu-lagu up beat andalannya seperti ”Satu Yang Tak Bisa Lepas” dan ”Pertama”, single yang dirilis tahun 1997 yang pertama kali melejitkan namanya. Di sini, ia mengajak Titi DJ berduet membawakan ”Bisa Jadi”, karya Sarah Silaban.

Masuk sesi kedua, Reza yang berganti penampilan dengan slipdress pink lembut membawa suasana romantis, ganti menggandeng Bebi Romeo menggantikan penyanyi Jepang, Masaki Ueda, yang dua tahun lalu sukses membawakan single hits mereka, ”Biar Menjadi Kenangan”.
Setelah itu, berturut-turut penyanyi yang dulu diorbitkan pentolan Dewa, Ahmad Dhani ini menyanyikan single-single hits lainnya macam ”Cinta Kan Membawamu” yang sebelumnya dipopulerkan Dewa, ”Harus Terjadi”, single terbaru dari album ketiganya, serta Keajaiban.

Puncak penampilan Reza terjadi saat ia membawakan dua lagunya, ”Anugerah Yang Terindah” dan ”Dia” yang dulu dipopulerkan ”si burung camar” Vina Panduwinata, dengan iringan gitar akustik Tohpati. Suara serak nan seksi Reza berpadu serasi dengan petikan gitar Tohpati yang disisipi dengan sentuhan latin.
Lagu ”Dia” yang dulu bernuansa pop, di tangan Reza dan Tohpati menjelma menjadi lebih riang dan dinamis.
Sesi terakhir, panggung dan tata lampu langsung diganti bak sedang berada di lantai disko. Lampu putih menyorot ke panggung dan ke arah penonton bergantian disertai entakan musik disko dan permainan DJ.

Dengan iringan sejumlah penari, Reza keluar dengan kostum celana dan atasan hijau lumut metalik ditemani Lilo membawakan lagu ”Di Lantai Dansa”, yang asyik mengajak bergoyang. Dengan penuh semangat, Reza terus menyanyikan single-single disko dari album terakhirnya, ”Putus Saja” dan ”Berharap Tak Berpisah”, plus dua lagu histnya, ”Cinta Kita” dan ”Keabadian” yang dipilih sebagai tembang pamungkas konser solo akbar pertamanya ini.

Kurang Greget
Dari segi kematangan konsep, konser Reza sudah digarap apik. Ini semua terlihat dari pemilihan tema, pembagian konser menjadi tiga sesi, tata panggung dan lampu, kostum serta gayanya yang komunikatif terhadap penonton.

Setiap kali pergantian lagu, Reza selalu menyapa para penggemarnya ataupun memberikan penjelasan singkat seputar lagu-lagu yang akan dibawakannya, diselingi pesan perdamaian, sehingga konser berjalan lebih ”hidup”.

”Senang rasanya bisa kumpul-kumpul di sini walau di saat meresahkan seperti saat ini. Tapi saya ingin setelah kita pulang, harapan saya, kita semua bisa membawa rasa cinta dan damai,” seru penyanyi bernama lengkap Reza Artamevia ini.
Ia juga mengatakan ketiga albumnya memang selalu bertema cinta, sesuatu yang diyakini bisa membawa pengaruh positif, yakni kedamaian di tengah berbagai krisis yang melanda negeri ini maupun mancanegara, dengan terjadinya Perang Irak. Menggunakan momentum ini, sungguh tepat jika dalam konsernya Reza menggunakan warna hitam sebagai tanda keprihatinannya.

Satu-satunya kekurangan yang mengganjal adalah tata suara yang kurang maksimal, khususnya di bagian awal konser yang ditandai dengan vokal Reza terdengar bergema. Untung saja, memasuki sesi slow akustik, tata suara mulai dibenahi sehingga penonton bisa mendengarkan vokal bening ibu dua anak balita, Zahwa dan Alya, hasil pernikahannya dengan pemain sinetron Adjie Massaid.

Pemilihan para bintang tamu yang notabene adalah mereka yang pernah membantu pembuatan semua album Reza juga sudah tepat, meski ada satu-dua yang tampil kurang maksimal. Penampilan Bebi yang menggantikan Masaki kurang terasa gregetnya karena ia terlihat kaku dan sempat salah masuk ketika membawakan ”Biar Menjadi Kenangan”. Belum lagi vokal Lilo yang kurang powerful saat berduet dengan Reza.

Sumber : (din)  Sinar Harapan, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pembunuh Debby Lengkong Dibekuk
Artikel selanjutnya :
   » » AWK Samosir, Tortor, Gondang, dan Opera Batak