Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
11
Jan '03

Sidang Lanjutan Kasus Theys - Penasihat Hukum Sampaikan Nota Keberatan


Sidang lanjutan kasus pembunuhan Ketua Presidium Dewan Papua Theys Hiyo Eluay, di Mahmilti III Surabaya memasuki pembacaan eksepsi oleh penasihat hukum terdakwa, Jumat (10/1) kemarin. Penasihat hukum terdakwa yang mencapai 12 orang itu menyampaikan terus terang nota keberatannya.

Sebab, dakwaan terhadap keempat terdakwa masing-masing, Letkol Inf. Hartomo (Komandan Satgas Tribuana X), Kapten Reonaldo (Dan Tim Jihandak), Sertu Asrial (Bintara Intel) dan Praka Ahmad Zulfahmi, dinilai tidak jelas, tidak cermat dan tidak lengkap.

Penasihat hukum terdakwa terdiri dari, Letkol (CHK) Amran Amat, S.H., Mayor (CHK) Ali Ridlo, S.H., Mayor (CHK) I Nyoman Suparta, S.H., Mayor (CHK) Gatot Subandrio, S.H., Kapten (CHK) Agus Dhani Mandala, Kapten (CHK) Timbul Wahyudi, S.H., dan Kapten (CHK) J. Silaban (semuanya dari Kopassus) .

Mereka juga didampingi lima pengacara profesional masing-masing Hotma Sitompul, S.H., Ruhut Sitompul, S.H., Tomy Sihotang, Warsito Sanyoto, S.H., dan Mario Bernardo, S.H. Sedangkan majelis hakim Mahmilti III Surabaya, diketuai Kol. (CHK) Yamini, S.H. dengan dua anggota, yakni Kol. (CHK) Amiruddin, S.H., dan Kol. (CHK) Suryono, S.H. Sidang pertama yang menyeret keempat terdakwa dimulai pukul 09.15 WIB selesai pukul 10.15 WIB.

Usai sidang pertama, dilanjutkan dengan pembacaan pada sidang kedua dengan tiga terdakwa yakni Mayor Inf. Doni Hutabarat (Dandenma Grup III Kopassus), Lettu Agus Supriyono (Pasi Op Yon 13 Grup I Kopassus), Sertu Laurensius (anggota Satgas Tribuana X).

Pengacara terdakwa Hotma Sitompul, S.H., usai sidang kepada Bali Post mengatakan, dakwaan oditur tidak jelas, tidak cermat sehingga pada gilirannya merugikan pembelaan dari terdakwa. ‘’Oleh karena dakwaan tidak jelas dan tidak cermat, menurut UU dakwaan yang tidak jelas, tidak cermat dan tidak lengkap batal demi hukum. Atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak diterima,'’ katanya.

Apa yang dimaksud nota keberatan? Menurut Hotma, karena ketidakjelasan dakwaan oditur terletak pada semua materi dakwaan. Sebab, di satu pihak dikatakan kasus pembunuhan tetapi di lain pihak dikatakan itu kasus penculikan. Apalagi terdakwa juga menjadi saksi dari terdakwa yang lain. Kalau saksinya tidak ada, perkara terdakwa displit.

Dalam BAP jumlah saksi ada 40 lebih. Tetapi yang akan diajukan dalam persidangan hanya 21 saksi. Demikian juga tentang tewasnya Theys, juga tidak jelas. Dalam dakwaan disebutkan Theys tewas karena kehabisan napas sehingga mati lemas. Demikian juga saat meninggal ada yang mengatakan, Theys duduk di belakang. Tetapi yang lain mengatakan di tengah. Bila demikian faktanya, pasti ada yang memindahkan.

Para penasihat hukum terdakwa juga mempermasalahkan anggota Odmilti ada yang berpangkat Mayor. Padahal, dari tujuh anggota Kopassus yang diseret ke Mahmilti dalam kasus pembunuhan Theys Hiyo Eluay, pangkat terdakwa yang tertinggi adalah Letkol.

Di samping itu, dalam aturan hukum militer anggota Odmilti serendah-rendahnya berpangkat Letkol atau Kolonel. Odmilti, Kol. (CHK) Hariyanto, S.H., ketika membacakan surat dakwaan dalam persidangan terdahulu, Jumat (3/1), didampingi tiga anggota, satu berpangkat Letkol lainnya mayor. Anggota Odmilti yang berpangkat mayor inilah yang dipersoalkan penasihat hukum terdakwa.

Menanggapi nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa, Odmilti, Kol. (CHK) Hariyanto, menyatakan, sebetulnya surat dakwaan sudah jelas. Hal ini menunjukkan penasihat hukum terdakwa kurang memahami isi dakwaan. Meski demikian, Hariyanto, akan menyampaikan jawaban atas eksepsi yang akan disampaikan Jumat (17/1) mendatang.

Sumber : (059) Bali Post, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Protesters vow more rallies consider radical measures
Artikel selanjutnya :
   » » Produseri Sendiri Albumnya