Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
28
Okt '02

Disangka Teroris, Tiga Petinju Indonesia Tertahan


Tiga petinju Indonesia yakni Hamdani Tomagola (31), Harmen Ajadato (31) dan Panca Silaban (22) beserta promotor Willy Lasut sempat tertahan di Melbourne usai melakukan pertandingan eksebisi di Sydney karena dicurigai sebagai teroris.

Kepulangan keempat warga negara Indonesia tersebut tertahan 24 jam karena harus melalui pemeriksaan oleh empat orang polisi Federal Australia ketika hendak melanjutkan penerbangan ke Jakarta setelah transit di Melbourne.

Sedianya mereka sudah harus meninggakan kota itu pada Sabtu (26/10) pukul 21.30 waktu setempat, namun tertahan karena ada masalah tersebut dan baru bisa meninggalkan Australia pada Minggu (27/10) pukul 22.30.

Keberadaan rombongan tim tinju Indonesia di Australia selama empat hari itu adalah untuk melakukan pertandingan eksebisi di Sydney. Pertandingan itu sendiri berjalan lancar tanpa masalah.

Demikian juga ketika mereka berangkat dari Sydney menuju Jakarta dengan menumpang MAS nomor penerbangan MH 0132. Masalah baru muncul ketika pesawat dengan rute Sydney-Melbourne-Kuala Lumpur-Jakarta tersebut transit di Melbourne.

Keempat orang itu terpaksa diturunkan dari pesawat dan tidak dapat melanjutkan penerbangan atas laporan seorang penumpang yang melihat perilaku mencurigakan dari para petinju tersebut.

Menurut Harmen yang ditemui di Bandara Melbourne, Minggu, mereka ketika naik pesawat tersebut sempat bersendau gurau dengan duduk berpindah-pindah karena melihat pesawat yang tidak penuh penumpang.

Salah seorang di antaranya kemudian bergurau dengan mengatakan sekarang ia menjadi turis. Kata ‘’turis'’ ini agaknya salah didengar oleh penumpang lain dengan ‘’teroris'’.

Penumpang tersebut, katanya, kemudian melaporkan ke awak pesawat yang kemudian meminta keempatnya untuk turun kembali menjalani pemeriksaan oleh pihak berwajib selama kurang lebih satu jam.

Namun setelah diperiksa dan barang-barang mereka digeledah ternyata tidak ditemukan barang bukti atau sesuatu yang mencurigakan. Mereka kemudian dilepas tanpa ada permintaan maaf dari polisi.

Namun, sayangnya mereka juga tidak bisa segera pulang ke tanah air karena pesawat yang sedianya mereka tumpangi telah berangkat. Mereka akhirnya harus bertahan di bandara selama 24 jam untuk menunggu pesawat MAS berikut.

Konjen Melbourne melalui wakil konsul Kamapradipta Isnomo yang sempat menemui mereka di Bandara Melbourne mengatakan, pihaknya akan menyelidiki bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya dan akan mengirim surat kepada kepolisian federal Australia agar memberi keterangan.

Sumber : (ant-77) Suara Merdeka, Melbourne


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.