Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
2
Okt '02

PT Badak Diminta Bertanggung Jawab


Suplier Multicater Terus Menagih Utang

Pembayaran ke-18 suplier (pemasok) PT Multicater, kontraktor logistik PT Badak NGL, hingga kini belum menemui titik terang. Meski para suplier tersebut telah lima kali bersurat, baik ke manajemen Multicater ataupun PT Badak NGL, namun belum juga mendapatkan respons berarti.

M Wasis, dari CV Awaluddin, selaku juru bicara suplier mengungkapkan bahwa total tagihan yang belum dibayar Multicater mencapai Rp1,54 milliar. Angka itu berasal dari tagihan pasokan makanan periode Oktober 2001 sampai September 2002. “Padahal, kami menagih sejak Maret 2002 hingga sekarang. Dan terkesan, Multicater dan PT Badak ingin cuci tangan dan justru saling melempar kesalahan,” ujarnya.

Ke-18 suplier lokal tersebut yakni, CV Awaluddin, Franory Abadi, Galiran Agung Jaya, CV Gunung Sari Indah, CV Karya Mutiara, Kawan Kita, CV Marlua Abadi, Koperasi Jasa Boga, CV Sola Gracia, CV Subur Jaya, PT Sukanda Jaya, PT Sumber Mandiri NU, CV Surya Indah Permai, CV Trijaya Perkasa, Usaha Mandiri, CV Windy Kaltim, Karso, dan Sunardi.

Pada 24 September lalu, lanjut Wasis, sebenarnya sudah ada pertemuan dengan manajemen Badak. Hasilnya, mereka mengirim satu wakil guna bertemu dengan dirut Multicater di Jakarta. “Hanya saja, wakil Badak tersebut tidak mampu membawa kemajuan berarti bagi kami, karena kabarnya pimpinan Multicater tersebut justru akan menuntut PT Badak ke jalur hukum. Alasannya, PT Badak dianggap tidak memenuhi komitmen kontrak 3 tahun dengan Multicater, yang telah diputus kontraknya secara sepihak,” tambahnya lagi seraya dibenarkan sejumlah rekannya dari suplier lain yang juga bernasib serupa, seperti Hendrik, Sunardi, A Hin, Rahim, dan Manak Silaban.

Sementara itu, ketua Lembaga Pemberdayaan Konsumen (LPK) Bontang Andi Tawakkal, yang memediasi tuntutan para suplier, menyatakan bahwa pihak PT Badak NGL turut bertanggungjawab terhadap nasib suplier. “Mereka jelas tidak bisa berlepas tangan begitu saja. Istilahnya, makanan yang mereka nikmati selama ini ‘kan sudah masuk ke perut mereka dan menjadi kotoran,” tegas Tawakkal.

Dirinya juga menyayangkan sikap perusahaan gas alam cair itu yang kini malah mengontrak suplier luar guna memasok kebutuhan logistik karyawannya. “Kabar terbaru menyebutkan, ada kontraktor luar yakni PT Trijaya, yang kini memenuhi pasokan makanan dengan alasan penawarannya lebih murah. Nah, kalau Badak memang memiliki komitmen pemberdayaan potensi daerah, kenapa harus memakai kontraktor luar lagi,” sergah Tawakkal.

Untuk itu, LPK dan suplier telah meminta DPRD Bontang memfasilitasi pertemuan yang dihadiri seluruh pihak terkait. Mulai dari manajemen PT Badak NGL, PT Multicater, hingga wakil suplier. “Saya sudah menghubungi Pak Nukman Fadhly (wakil ketua DPRD, Red), dan beliau berjanji akan secepatnya menggelar dialog sebagaimana permintaan para suplier,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Nukman Fadhly SPd membenarkan telah menerima pengajuan resmi LPK tersebut. “Tapi kami harus berkoordinasi dulu dengan Komisi B yang membidangi Perdagangan. Setelah itu dipelajari, dan meminta dulu keterangan dari wakil Multicater dan PT Badak,” jelas anggota DPRD Bontang termuda itu.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen PT Badak NGL maupun Multicater. Kaltim Post terus memburu keterangan Manajer Divisi Administrasi PT Badak NGL Surya Wazni SE MM, selaku wakil yang berkompeten berbicara, yang sayangnya terus mematikan HP-nya sampai petang kemarin.

Sumber : (*/zal) Kaltim Post, Bontang


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Rino Incar Gelar Lowong
Artikel selanjutnya :
   » » Leo Joosten, Pembuat Kamus Batak