Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
11
Jun '02

Sucay Buang Ekstasi dalam WC


Sidang lanjutan kasus bandar ekstasi dengan terdakwa Widi Handoyo alias Sucay atau Acay (33) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin (10/6), menghadapkan tiga orang saksi dari anggota Tim Buser Poltabes yang menangkap terdakwa yakni Bripka Juanda (39), Herman (36) dan Silaban (36).

Dalam kesaksiannya Bripka Juanda mengakui, Sucay tertangkap tangan saat hendak membuang pil ekstasi di dalam kamar kecil (WC).

Saat penggerebekan Kamar No.4 Mess Pipit di Jl Rajawali yang ditempati Sucay, kata Juanda, polisi memergoki Sucay sedang menyiram pil ekstasi di dalam WC untuk menghilangkan barang bukti (BB). Pil ekstasi itu dibungkus dalam plastik.

“Sewaktu saya masuk kamarnya (Sucay), saya lihat dia sedang menyiram air di kloset. Saya langsung menyergapnya. Sedangkan sisa pil ekstasi yang dibungkus plastik belum sempat tersiram, diambil dari dalam WC, bahkan WC sempat dikeruk,” kata Bripka Juanda di hadapan majelis hakim H Nachrawie, SH (ketua), Fuad Hasyim, SH dan Antonius, SH (anggota).

Disebutkan pula, sekitar 200 hingga 250 butir pil ekstasi yang diambil dari dalam WC kondisinya basah dan sebagian hancur. Penghitungan BB dilakukan di ruang tunggu (lobi) Mess Pipit. Saat penangkapan Sucay belum mandi dan masih mengenakan celana tidur. Keterangan yang sama diungkapkan oleh dua saksi lainnya.
Sucay didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Istawari, SH karena melanggar tindak pidana primer kesatu pasal 59 (1) hurup e UU No.5/1997, subsider pasal 59 (1) huruf a UU No.5/1997, lebih subsider pasal 59 (1) huruf c UU No.5/1997. Kemudian dakwaan kedua, melanggar primer pasal 62 UU No.5/1997 dan subsider pasal 60 (2) UU No.5/1997.

Terdakwa tertangkap karena memiliki dan menyimpan pil ekstasi pada Kamis 8 Nopember 2001 pukul 12.30 di rumah kostnya Jl Pipit No.10 kamar 4 Palembang. Saat digeledah polisi, ditemukan 296 butir pil ekstasi berbagai warna dan 18 paket sabu-sabu. Dari jumlah itu, sekitar 118 butir masuk golongan satu. Terdakwa membeli pil ekstasi dari Iwan untuk dikonsumsi dan dijual kepada Ag, Ab, Ug, Hu dan Fa dengan harga Rp 35 ribu/butir dan Rp 200 ribu per paket sabu-sabu.

Sumber : (ria) Sriwijaya Post, Palembang


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Suvenir Piala Dunia 2002 Laris Manis
Artikel selanjutnya :
   » » Histeria Piala Dunia, Histeria Asesoris