Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
26
Mar '02

”…Hore, Aku Dapat Tas Sekolah Baru, Bu…”


Suara anak-anak itu riuh sekali. Mereka menampakkan kegembiraan besar, karena tahu bahwa hari Sabtu (23/3) itu bakal mendapat paket tas dari sekelompok donatur yang dikoodinasikan Yayasan Obor Berkat Indonesia (YOBI). Walau terik menyengat, anak-anak itu senang-senang saja ketika diperintah berbaris oleh Eddi Widjaya (40), Ketua RT 13/ RW 02, Kelurahan Kalibaru. Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Anak-anak yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah dasar itu, tak menyangka bakal menerima paket tas. Kabar baik itu sebetulnya baru hari Kamis atau dua hari sebelumnya diterima. Yang berhak menerima adalah mereka yang ketika musibah banjir lalu perangkat sekolahnya hancur. ”Saya nggak sangka kok begitu cepat bantuan ini datang,” ujar Wastinah (23), orangtua seorang anak yang mendapat bantuan itu.

Biasanya, menurutnya, sumbangan itu tersendat-sendat datangnya. Untuk sampai ke tangan korban kadang terlambat. ”Padahal kami waktu itu butuh sekali,” ujarnya mencontohkan ketika ada bantuan pangan dari sebuah institusi pemerintah.

Bagi Regi Satya, siswa kelas 5 SD 04 Petang Cilincing, paket hadiah itu katanya, seperti mimpi. Soalnya, mana mampu orangtuanya membelikan tas baru lagi. Selepas banjir, tasnya yang telah kumal itu bertambah kumal saja. Mungkin terkena air dan lembab sehingga berubah warna. Tapi karena tak punya tas lain, Regi terpaksa memakai yang ada saja.

Soal isi paket tersebut yang antara lain botol minuman, rautan pinsil atau alat tulis, jelas menyenangkan hatinya. Regi mengaku dengan hadiah itu, dia tak perlu lagi meminjam-minjam rautan pada temannya dan tak takut kehausan karena bisa membawa air minum dari rumah. Atau kini, Regi pun tak perlu merengek-rengek minta dibelikan buku tulis, jika bukunya habis.

Sementara bagi Siti Layungsari, siswi kelas 4 SD Pantai Indah, tas yang diterimanya sangat berarti sekali. Sebab, selain tak punya tas lagi, di dalamnya berisi buku tulis, pinsil, penggaris, penghapus, pulpen dan sebagainya. Sambil berlari-lari kecil, Siti menghampiri orangtuanya yang ikut hadir dengan senyum dikulum, tanda kebahagiaan.

Ketika banjir besar beberapa waktu lalu, hampir seluruh perangkat sekolah Siti, seperti dituturkan orangtuanya, tak sempat diselamatkan. Celakanya, saat itu air menggenang cukup lama. Sehingga Siti dan keluarganya mengutamakan keselamatan diri ketimbang perangkat sekolah anaknya..

Berebutan
Situasi serupa juga terlihat di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Yayasan Obor Berkat Indonesia juga menyerahkan bantuan peralatan sekolah bagi warga korban banjir di sana.
“Hore…, aku dapat tas, buku dan kotak pensil baru. Terima kasih ya bu,” tutur Yudi (6), siswa kelas I SD Merdeka Sari sambil mencium tangan dr Clara, salah seorang pekerja sosial dari Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) saat menyerahkan ratusan paket perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang kurang mampu serta yang terkena musibah banjir beberapa waktu lalu.
“Aku minta tas warna biru, bisa diganti kan ibu,” tutur Agus,siswa kelas II SD. “Ya, tentu bisa diganti pilih saja tas yang kamu suka,” jawab Dra K.Silaban, salah seorang pengajar di sekolah itu.

Terlihat pula, sejumlah anak-anak yang berkumpul saling berbincang-bincang antara kawan sekelas, sambil memperlihatkan tas masing-masing beserta isi perlengkapan sekolah. “Kotak pensil aku bergambar Pokemon, kalau kotak pensil kamu gambarnya apa sih,” tutur seorang siswa kepada rekan -rekannya.
Demikian sekilas suasana keceriaan tersirat di wajah ratusan siswa-siswi yang duduk dibangku sekolah dasar (SD) ketika memperoleh bantuan paket sekolah berupa tas sekolah beserta isi perlengkapan berupa buku tulis, kotak pensil beserta isinya (pensil dan hapusan) yang diberikan secara cuma-cuma..
Ucapan terima kasih yang mereka sampaikan kepada para pekerja sosial dari Yayasan OBI diungkapkan dengan berbagai cara. Ada yang mencium tangan bapak serta ibu pekerja sosial, adapula yang hanya mengucapkan kata-kata terima kasih.

Bantuan itu diserahkan kepada siswa-siswi yang berasal dari YP TK - SD -SLTP Merdeka Sari, Madrasah Al Mukmin, Madrasah At-Taubah, Madrasah Nurul Iman serta Madrasah Al Huda oleh Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI), yang berada di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/3) siang.
Yayasan OBI membantu anak-anak sekolah yang kurang mampu serta turut terkena musibah banjir yang melanda Ibu Kotabaru-baru ini. Perlengkapan sekolah yang diberikan secara cuma-cuma, adalah untuk mengganti yang rusak maupun hilang pada saat musibah banjir tersebut.

Keceriaan sang anak pun dirasakan oleh para orang tua yang turut menyaksikan pemberian bantuan paket perlengkapan sekolah itu. ”Terima kasih untuk bapak serta ibu yang bersedia menyerahkan bantuan kepada anak-anak. Terus terang saja, akibat banjir yang lalu, sejumlah peralatan rumah tangga serta perlengkapan sekolah anak saya turut rusak terendam air. Mudah-mudahan, anak saya kembali semangatnya bersekolah setelah mendapat bantuan paket sekolah ini,” tutur Ny Ati , orangtua Ahmad (8), siswa kelas II SD Merdeka Sari.

Berdasarkan data Yayasan OBI yang diperoleh SH , sebanyak 15.000 paket bantuan sekolah serupa disebarluaskan ke sejumlah sekolah dasar di Jabotabek yang beberapa waktu lalu terkena musibah banjir.
Selain memberikan paket bantuan sekolah kepada ribuan siswa-siswi yang terkena musibah banjir, Yayasan OBI juga memberikan pelayanan kemanusian kepada sejumlah warga korban banjir, berupa pelayanan pemeriksaan kesehatan, serta pengobatan secara gratis di beberapa lokasi rawan banjir di DKI Jakarta.
Secara terpisah, menurut keterangan dr Carla, seorang pekerja sosial Yayasan OBI usai acara penyerahan bantuan paket sekolah, bantuan ini diserahkan untuk meringankan beban para orangtua siswa-siswi yang terkena musibah banjir.

Carla mengatakan, sesuai dengan motto OBI, yakni ”Kami mengasihi dan Peduli ”. Pihaknya menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat umum tanpa membedakan kelas maupun agama tertentu. ”Bantuan ini kami serahkan untuk umum, tidak ada perbedaaan antarsesama umat. Misi OBI adalah Pelayanan kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Non Rawung, Ketua Yayasan Obor Berkat Indonesia, mulai hari Sabtu itu sampai dengan selesai telah dibagikan 15.000 paket tas pada anak-anak SD korban banjir. Perinciannnya 10.000 ribu untuk mereka yang di Jakarta dan sisanya untuk SD-SD di Bandung. Kegiatan itu merupakan kelanjutan dari aksi sosial OBI sejak musibah banjir.

Kali ini karena banyak tempat yang akan dikunjungi, dan dengan jumlah paket sumbangan yang besar, OBI berkoordinasi dengan elemen Kristiani lainnya untuk menggalang kerja sama. Alhasil yang terlibat di dalamnya cukup banyak Menurut Non, penerima sumbangan bisa siapa pun asalkan murid SD yang yang terkena musibah banjir.
Tercatat ada 5 pesantren di wilayah Kapuk (Jakarta Utara) dan Pondok Bahar (Jakarta Barat) yang menerima sumbangan ini. Juga, ada 5 madrasah ibtidaiyah (SD) di Kapuk, Penjaringan (Jakarta Utara), dan Cengkareng (Jakarta Barat).
Sumber : (tot/fml) Sinar Harapan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » ‘Wartawan’ Kelabui Anggota CNI
Artikel selanjutnya :
   » » ”The Touch of Reza”, Konser Spesial untuk Penggemar