Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
9
Feb '02

AS [Amerika Serikat] Jajaki Kerja Sama dengan Surabaya


Pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui Departemen Luar Negeri dan Konsulat Jenderal-nya di Surabaya, menjajaki kemungkinan kerja sama lebih intens lagi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pertemuan penjajakan antara tim dari AS dengan Wali Kota Surabaya berlangsung sekitar 30 menit di ruang kerja wali kota, Jumat (8/2).

Dalam pembicaraan delegasi AS dengan Pelaksana Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono yang didampingi beberapa kepala dinas, masalah investasi dan pendidikan menjadi perhatian khusus. Selain itu, kedua pihak juga menyinggung persoalan yang saat ini dialami warga Kota Surabaya, seperti misalnya masalah sampah, pedagang kaki lima, dan banjir.

Tim AS terdiri dari pejabat senior di Departemen Luar Negeri AS yang membawahi operasi administratif di kawasan Asia Pasifik Larry Baer, Administrasi Konselor Kedutaan Besar AS di Jakarta Robert Weisberg, Konsulat Jenderal (Konjen) AS untuk Surabaya Robert Pollard, dan staf administrasi Konjen AS Graig L Hall. Dari Surabaya, selain Pelaksana Wali Kota Bambang DH, juga hadir pejabat beberapa dinas.

Menurut Kepala Sub-Dinas Fisik dan Prasarana Bapeko Pemkot Surabaya Togar A Silaban yang juga bertindak sebagai penerjemah, dalam pembicaraan tertutup itu Pemerintah AS menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan Indonesia, misalnya melalui program bantuan dari Amerika (USAID).

“Kami melihat masa depan Surabaya begitu penting, dan mengharapkan Surabaya menjadi kota internasional sehingga menarik perhatian para investor,” kata Silaban menyitir pernyataan Larry Baer.

Menurut Robert Pollard, perhatian AS terhadap Surabaya terlihat dari Konsulat AS di Surabaya yang merupakan konsulat terbesar kedua setelah Jakarta. “Jumlah personelnya hampir sama dengan yang di Brunei Darussalam,” katanya.

Beberapa materi pembicaraan yang dibahas dalam penjajakan kerja sama tersebut, antara lain kemungkinan mengirimkan tenaga ahli di bidang tata ruang Kota Surabaya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan program beasiswa, dan masalah pendidikan.

Delegasi AS juga menjelaskan bahwa banyak para investor yang tertarik menanamkan modalnya di Surabaya. Tetapi, salah satu kendala yang ada adalah keterbatasan fasilitas sekolah internasional di Surabaya. “Hal ini berkaitan dengan pendidikan anak-anak para investor yang datang ke Surabaya,” kata Silaban.

Menanggapi kemungkinan kerja sama untuk mendirikan lagi sekolah internasional di Surabaya, Bambang DH mengatakan, hal itu masih membutuhkan pemikiran serius. “Kemungkinan merealisasikan keinginan itu tetap ada,” katanya.

Sumber : (p07) Harian Kompas, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pemerintah AS Tawarkan Kerjasama Dengan Pemkot Surabaya
Artikel selanjutnya :
   » » Kalasan - Kartosuro Rawan bagi Pemudik