Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
8
Des '01

501 Aparat Keamanan Disiagakan


Dalam menyambut ledakan arus mudik dan arus balik Lebaran, Natal, dan Tahun Baru 2002, Polres Klaten menyiagakan 501 personel untuk mengamankan lalu lintas. Selain itu 326 personel bantuan dari TNI, RAPI, Pramuka, PMI, tenaga kesehatan puskesmas, dan satgas parpol juga turut mendukung.

Hal itu diungkapkan saat gelar pasukan Operasi Ketupat Lilin Candi 2001 di halaman Mapolres Klaten yang dipimpin inspektur upacara Kapolwil Surakarta Kombes Tengku Guliansyah, Jumat petang.

Gelar pasukan diadakan, karena Sabtu ini mulai pukul 00.00 pasukan pengamanan arus mudik disiagakan serentak secara nasional.

‘’Kami telah menyiagakan lima ratus satu personel ditambah tiga ratus dua puluh enam personel bantuan termasuk dari TNI. Mulai besok (Sabtu-Red) pukul 00.00 seluruhnya akan disiagakan,'’ jelas Kapolres Klaten AKBP Drs I Ketut Untung Yoga Ana SH MM.

Hadir dalam kesempatan itu Dandim 0723 Klaten Letkol H Djoemawal, Bupati Klaten Haryanto, Kajari Berlin Silaban SH, Ketua Pengadilan Negeri Margono SH, Ketua DPRD Soemin Djatipurnomo, Ketua MUI KH Marwan Kholil, dan Ketua Granat Joko Yunanto SH.

Kapolres mengemukakan, telah disiapkan delapan pos pengaman 24 jam untuk membantu kelancaran arus lalu lintas sejak H-7 Lebaran, Natal hingga tahun Baru 2002. Pos juga berfungsi sebagai pemberi informasi tempat-tempat penting dan jalur alternatif.

Rawan Macet

Kasatlantas menegaskan, saat ini pembangunan jalan Yogya-Sala belum selesai. Di beberapa daerah akan terjadi penyempitan, sehingga rawan kemacetan bila arus lalu lintas membludak.

Karena itu aparat harus mengantisipasinya. Selain itu di beberapa pos akan dibagikan leaflet tentang jalur alternatif, bengkel, rumah sakit, frekuensi pesawat, dan nomor telepon penting.

Setelah gelar pasukan, acara dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras), VCD porno, petasan, dan mesin judi jackpot hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) sejak sebelum Puasa.

‘’Ada 926 botol miras berbagai merek, 140 liter ciu curah, 87 keping VCD porno, 90.000 petasan kecil, 200 petasan leo, 2 kg obat petasan, dan 2 kg bahan baku petasan yang dimusnahkan,'’ papar Kasatserse Iptu Suryo Aji.

Minuman keras yang dijajar digilas dengan alat berat. Petasan dimasukkan ke dalam drum berisi air, disuling hingga bau mesiu hilang, dan kertasnya dikubur di tempat yang jauh dari permukimam.

Sumber : (F5-51j) Suara Merdeka, Klaten


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Berlindung di Balik Tembok Kemandirian
Artikel selanjutnya :
   » » Elvin Marbun Pernah Jadi Sopir dan Kuli Bangunan