Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
2
Nov '01

Soal Limbah Matahari Mall, Pimpinan Gereja Se-Kalbar Bersuara


Setelah tenang beberapa saat lamanya, belakangan perseteruan antara pihak Gereja GPIB Siloam dengan pihak Management Matahari Mall (MM) Pontianak kembali mencuat. Ini lantaran ketidakpuasan GPIB terhadap penanganan masalah limbah MM, yang diakuinya hingga kini masih menimbulkan bau tidak sedap, sehingga tetap mengganggu jalannya ibadah jemaat. Akibatnya pimpinan gereja-gereja se-Kalbar bersuara.

Mereka diantaranya dari unsur Katholik, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalbar, Persekutuan Injil Indonesia Daerah (PIID) Kalbar, dan Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kalbar. Menurut Ketua IV GPIB Diaken Eduard Waworuntu kepada AP Post, persoalan bau limbah ini harus benar-benar dituntaskan. Sepertinya MM enggan menangani secara serius terhadap bau limbahnya, sehingga permasalahan itu sampai sekarang belum juga selesai.

“Akibatnya masalah tersebut mendapat respon dari pimpinan gereja-gereja se-Kalbar. Melalui pernyataan sikapnya, mereka mendukung sepenuhnya tuntutan GPIB agar pihak MM tanggap atas dampak lingkungan sekitar,” ujarnya. Selain itu, lanjut Eduard, gereja merupakan rumah Tuhan yang sangat sakral bagi umat Kristiani, dan sikap pihak MM yang tidak tanggap untuk menangani limbah dapat dianggap sebagai pelecehan terhadap rumah ibadah di Kalbar pada khususnya, dan umat Kristiani pada umumnya. Ini justru dapat berakibat buruk bagi citra MM.

“Pernyataan sikap terakhir, mengimbau kepada pihak-pihak maupun instansi terkait agar proaktif dalam menyelesaikan permasalahan Amdal, terutama yang berdampak langsung pada rumah ibadah. “Hal ini harus segera tertangani sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dapat menciptakan suasana sejuk dan serasi di Kalbar,” katanya.

Pernyataan sikap itu dikeluarkan pada tanggal 25 Oktober 2001, dengan ditandatangani dari Pimpinan Lembaga Gerejawi diantaranya Keuskupan Agung Pontianak Mgr Hieronymus Bumbun OFM CAP, Ketua Umum PGIW Kalbar Pendeta Drs Junias Lantik, Ketua Pengurus Daerah (PD) PII Kalbar Pendeta Ronny Welong MDiv, dan Ketua PGPI Kalbar Pendeta Charles Silaban. Upaya penyelesaian masalah limbah ini pernah akan dibicarakan dalam rapat pada tanggal 19 September 2001 sekitar pukul 11.00 WIB di Kantor Manajemen MM. Tapi lantaran persiapan kurang matang, akibatnya rapat itu batal. Hingga kini, belum ada upaya untuk mencoba membicarakan kembali masalah itu.

SUmber : (arm) Pontianak Post, Pontianak


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Majelis Eksaminasi Ornop: Putusan PK Tommy Tidak Bisa Dieksekusi
Artikel selanjutnya :
   » » Berlindung di Balik Tembok Kemandirian