Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
21
Agt '01

Oknum Satgas PDIP Medan Pukul Saksi di Persidangan


Terdakwa kasus perusakan fasilitas Pengadilan Negeri Medan, pemukulan serta perusakan fasilitas kerja wartawan, Anton Silitonga (53), warga Jalan Rakyat Pasar III Medan yang juga anggota Satgas PDI-P Medan kembali buat ulah di Pengadilan Negeri Medan, Senin siang (20/8) pukul 12.00 WIB. Anton memukul Indralis, SE –fotografer Harian Sinar Medan, yang menjadi saksi korban dalam persidangan kasus pemukulan dan perampasan kamera dan tape recorder milik Indralis, Muhammad Hidayat (reporter Radio Prapanca FM) dan Rika (Reporter Radio KISS FM).

Sidang yang baru berjalan tak lebih 10 menit itu akhirnya dihentikan Ketua Majelis Hakim J Butar-butar setelah Anton memukul bagian kepala –persisnya bagian belakang telinga kanan Indralis—. Akibat pemukulan tersebut, Indralis langsung terduduk lemas. Sedangkan sekitar 20-an Satgas PDI Perjuangan –lengkap dengan seragamnya— yang ada di ruangan tersebut malah berteriak mengancam Indralis. ”Penipu kau. Kami bakar nanti rumahmu dan ku bunuh kau nanti,” begitu teriak para anggota Satgas PDIP yang sempat menghebohkan ruangan sidang 7 x 15 meter tersebut.

Indralis tak memberi reaksi apapun. Dia hanya berdiri lemas di ujung sudut meja hakim. Dan, tak lama kemudian, Indralis langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Malahayati (RSIM) Medan yang hanya berseberangan jalan dengan Pengadilan Negeri (PN) Medan oleh wartawan-wartawan yang sedang meliput sidang kelima pemukulan dan perampasan kamera wartawan tersebut. Menurut dr. Rustam Effendi Silaban, dokter yang menerima Indralis di Unit Gawat Darurat RSIM, Indralis mengalami gegar otak ringan. ”Cuma kalau kepastiannya baru bisa kita dapatkan besok setelah dilakukan pemotretan dibagian kepala. Yang pasti, korban sudah tiga kali mengalami muntah-muntah setelah sampai di sini,” kata Rustam kepada SH di ruang kerjanya, Senin siang (20/8).

Hingga kemarin malami, Indralis tengah menjalani opname di RSIM di ruang VIP kamar 8. Dan rencananya, pihak Poltabes Medan akan melakukan penjagaan terhadap diri Indralis setelah adanya ancaman terhadapnya dalam persidangan tersebut. Indralis dalam persidangan itu, sebelumnya ditanya hakim tentang siapa pelaku penganiayaan dan perampasan kameranya. Spontan ia menunjuk terdakwa yang duduk persis di belakangnya. Tak ayal lagi, secara refleks, Anton melayangkan bogem mentah yang mengenai saraf pendengaran belakang telinga. Pemukulan itu sempat menimbulkan gaduh. Bahkan, teman-teman terdakwa dengan pakaian seragam Satgas PDIP berwarna hitam berteriak dan mengancam.

Sumber : (dal)  Sinar Harapan, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Nasib Anak Pengungsi - Terjajah di Negeri Merdeka
Artikel selanjutnya :
   » » Tukang Becak Medan Unjuk Rasa