Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
14
Apr '01

Melongok Produk Ulos Moderen A la Martha Ulos


Anda keranjingan dengan kain ulos khas Danau Toba? Tak usah bersusah payah ke sana. Di Taman Bendungan Jatiluhur 6A, Bendungan Ilir, Jakarta Pusat dengan mudah beragam tenunan ulos dapat ditemui disana. Adalah Martha Ulos, perempuan asli Batak yang merintis pembuatan kain tradisional Batak itu. Namun dengan daya kreatifitasnya, kain ulos ala Martha, kini muncul dengan modifikasi desain yang menghasilkan produk moderen.

Toko yang disulap dengan mengabadikan nama Martha Ulos itu, tak hanya menyediakan kain ulos. Berbagai macam motif tradisional ulos telah dipadukan dengan berbagai produk yang ada saat ini. Diantaranya, pakaian, dasi, sabuk, sepatu, tas, sarung bantal, souvenir dan masih banyak pernak pernik lainnya.

Bagi masyarakat Batak, ulos mempunyai fungsi dan arti yang sangat penting. Berbagai upacara adat seperti pernikahan, kelahiran, kematian, dan ritual lainnya tak pernah terlaksana tanpa ulos. Soal warna, kain ulos selalu didominasi tiga warna yaitu merah, hitam dan putih. Sementara motif-motif yang sering ditampilkan dalam desain ulos adalah Ragi Idup, Ragi Hotang, Sadum, Sibolang, Mangiring dan Bintang Maratur.

Untuk pembuatan tenun Ulos, Martha bekerja sama dengan para perajin lokal dari Sumatera Utara. Setibanya di Jakarta, barulah kain ulos tersebut disulap menjadi berbagai ragam produk. Hingga kini, Martha telah bekerjasama dengan sedikitnya 150 pengrajin tenun ulos dari berbagai daerah di Sumatera Utara. ‘’Ini berarti menambah lapangan kerja juga di daerah,'’ ujar Martha.

Selain dapat diperoleh di kantor pusatnya di kawasan Benhil, tenunan Martha Ulos yang mulai dirintis sejak 1985 ini juga bisa didapatkan di beberapa pusat perbelanjaan dan hotel-hotel di Jakarta. Martha Ulos telah memiliki outlet Sarinah Thamrin, lantai empat juga di pusat perbelanjaan Mangga Dua, dan di Hotel Borobudur. Sementara di daerah asalnya, menurut Martha showroom-nya juga ada di Hotel Danau Toba.

Martha mengakui, saat ini konsumen terbanyaknya adalah para turis asing khususnya dari Jepang. Besarnya minat para turis negeri Matahari Terbit itu terhadap kain ulos boleh jadi karena seringnya Martha mengikuti berbagai pameran yang digelar di Jepang. Martha menyebut motif Ragi Iduplah yang paling digemari orang Jepang. ‘’Mereka suka membeli barang yang merupakan ciri khas daerah tertentu yang tidak ada di tempat lain,'’ ujarnya.

Khusus untuk motif Ragi Idup yang disenangi warga negeri Sakura, menurut Martha harus ditenun di daerah asalnya. Mereka pernah mencoba di Pekalongan, namun hasilnya tidak sebagus tenunan yang dibuat di Batak.

Sementara untuk konsumen lokal, produk yang banyak dicari adalah baju atau souvenir sebagai hadiah. Pembelinya rata-rata sudah berusia 40 tahun ke atas. Kebanyakan, jelas Martha, mereka berasal dari golongan menengah ke atas.

Soal harga produk-produk yang ditawarkan di Martha Ulos cukup bervariasi. Dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Sebuah dompet dengan motif Ulos bisa dijual seharga Rp 10.000. Sedangkan untuk tas berkisar Rp 30.000 hingga Rp 300.000. Sementara rompi dijual dengan harga Rp 85.000. Yang termahal adalah selendang ulos beserta sarung yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Namun pengunjung yang datang ke showroom Martha Ulos kebanyakan memburu pernak-pernik seperti sarung bantal, taplak meja, bed cover, serta tatakan meja makan.

Kehadiran kain ulos ala Martha ini, agaknya mulai mengkonsentrasikan diri dengan membidik pasar luar negeri. Belajar dari pengalaman mengikuti sejumlah pameran bertaraf internasional — diantaranya ke Jepang, Jerman, Canada, Singapura dan Italia — maka Martha yakin produk-produk dari ulosnya bisa merambah pasar dunia. Rencananya, pada September mendatang, Martha akan mengikuti pameran yang dimotori JETRO, dan berlangsung di Fukuoka, Jepang.

Sumber : mg5() Republika Online


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Melongok Produk Ulos Moderen A la Martha Ulos”

  1. Tanggapan sabar tambunan:

    Horas,

    Martha ulos sudah saya kenal pada tahun ‘99. Saat itu beliaulah yang memenej pesta perkawinan saya. Kita membutuhkan beberapa lagi ‘marta ulos’ yang lain. ……..Agar Ulos bisa mendunia. Seperti kerajinan Gerabah Lombok. Gerabah, barang dan teknologinya sederhana, namun karena promosinya bagus, akhirnya produk ini menjelajah keseluruh dunia. Alhasil mampu membuat masyarakat Lombok naik haji dengan persentase tertinggi di Indonesia.

    Produk kain Ulos punya keistimewaan yang tidak dipunyai oleh produk kain tradisional lainnya di Indonesia, (bahkan mungkin di dunia?). Yakni Ulos bukan sekedar produk kerajinan berbentuk kain. Namun ulos punya ‘kedudukan’ (sebagai ungkapan Holong = kasih) dan hidup serta menyatu dalam setiap/berbagai aktivitas adat batak. Ini sangat luar biasa dan bernilai sangat unik dimata dunia.

    Bagi masyarakat dunia maju, mereka rela akan membayar produk ulos ini dengan harga tinggi bila memang hasil karya tangan (bukan mesin). Dan akan lebih dihargai (appreciated) lagi apabila seperti Ulos kita ini, yakni ” Ulos punya jiwa!! ”

    Karena itu menurut saya, Ulos dapat menjadi sebuah produk “High-Art Product” untuk konsumsi masyarakat dunia maju.
    Masalahnya adalah di aspek promosi kita sangat-sangat lemah. Kelemahan berikut adalah ide dan desain produk. Kalau jumlah tenaga kerja dan keuletan tidak masalah….

    Saya usul, Pertama, agar dibuat website yang menarik tentang membahas berbagai hal dan aspek tentang ulos dalam bahasa Inggris. Bisa juga berbahasa Jepang dan Mandarin (indirect-promotion strategy).

    Kedua, Buatlah gedung musium dan show-room Ulos yang bagus di Bali/Denpasar. Biayanya, gotong royong dari seluruh Pemda di tano Batak (Taput, Tapsel, Tapteng, Mandailing/Natal, Simalungun, Karo, Dairi, Humbang).

    Muliate

  2. Tanggapan merdi sihombing:

    lae sabar….memang kita harus sabar untuk bisa membenahi
    bukan saja ulosnya terlebih siapa yang membuat ulosnya.
    pengalaman ini semua saya jumpai dilapangan,rasa2nya
    kalau gak punya rasa sabar yang lebih,mungkin saya akan
    menyerah ditengah jalan.nantikan akan terjawab semua sara
    n & tanggapan2 lae,”ULOS YANG RAMAH LINGKUNGAN”hasil kerj
    a keras saya sbg anak bangsa yang khusus saya berikan un
    tuk bangso Batak.mauliate……

  3. Tanggapan Devi Anugrah Pratama:

    Ulos tuh keren loch gokil abiezz. I like ulos , because ulos is made in Indonesia

  4. Tanggapan margaretha:

    horas!!

    saya sebagai orang batak sangat mencintai ulos, bukan hanya sebagai simbol adat tapi hasil karya yang sangat indah itu, juga sebagai pengikat kasih sesama orang batak, mungkin sebagain besar saat ini banyak yang sudah menggunakan
    tenunan modern,
    dan saya sangat bangga kepada martha ulos dan juga merdi sihombing yang tetap melestarikan ulos ini dan dengan penemuan yang ramah lingkungan untuk teknologi pembuatan ulos tersebut.
    btw,
    di daerah muara, tapanuli utara,
    saya pernah melihat hasil ulos batak yang begitu indah, saya lupa apa nama jenis ulos bataknya,
    tapi
    harganya cukup mahal,
    dan penenun tertentu saja yang bisa membuatnya, dan itupun sudah usia tua, sepertinya tidak diturunkan ke anak cucu.
    dan biasanya ulos jenis ini diberikan sebagai cinderamata kepada pejabat, mungkin karna harga yang mahal dan sulit didapat.

    jika martha ulos berminat bolehlah bertanya2 kesana dan tentunya bisa menambah koleksi ulos di showroom martha ulos.
    jika saya sudah tahu namanya saya akan infokan kembali.

    mauliate

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Anti-graft team condemns Supreme Court decision

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Gaya-gaya Arsitektur