Anda keranjingan dengan kain ulos khas Danau Toba? Tak usah bersusah payah ke sana. Di Taman Bendungan Jatiluhur 6A, Bendungan Ilir, Jakarta Pusat dengan mudah beragam tenunan ulos dapat ditemui disana. Adalah Martha Ulos, perempuan asli Batak yang merintis pembuatan kain tradisional Batak itu. Namun dengan daya kreatifitasnya, kain ulos ala Martha, kini muncul dengan modifikasi desain yang menghasilkan produk moderen.
Toko yang disulap dengan mengabadikan nama Martha Ulos itu, tak hanya menyediakan kain ulos. Berbagai macam motif tradisional ulos telah dipadukan dengan berbagai produk yang ada saat ini. Diantaranya, pakaian, dasi, sabuk, sepatu, tas, sarung bantal, souvenir dan masih banyak pernak pernik lainnya.
Bagi masyarakat Batak, ulos mempunyai fungsi dan arti yang sangat penting. Berbagai upacara adat seperti pernikahan, kelahiran, kematian, dan ritual lainnya tak pernah terlaksana tanpa ulos. Soal warna, kain ulos selalu didominasi tiga warna yaitu merah, hitam dan putih. Sementara motif-motif yang sering ditampilkan dalam desain ulos adalah Ragi Idup, Ragi Hotang, Sadum, Sibolang, Mangiring dan Bintang Maratur.
Untuk pembuatan tenun Ulos, Martha bekerja sama dengan para perajin lokal dari Sumatera Utara. Setibanya di Jakarta, barulah kain ulos tersebut disulap menjadi berbagai ragam produk. Hingga kini, Martha telah bekerjasama dengan sedikitnya 150 pengrajin tenun ulos dari berbagai daerah di Sumatera Utara. ‘’Ini berarti menambah lapangan kerja juga di daerah,'’ ujar Martha.
Selain dapat diperoleh di kantor pusatnya di kawasan Benhil, tenunan Martha Ulos yang mulai dirintis sejak 1985 ini juga bisa didapatkan di beberapa pusat perbelanjaan dan hotel-hotel di Jakarta. Martha Ulos telah memiliki outlet Sarinah Thamrin, lantai empat juga di pusat perbelanjaan Mangga Dua, dan di Hotel Borobudur. Sementara di daerah asalnya, menurut Martha showroom-nya juga ada di Hotel Danau Toba.
Martha mengakui, saat ini konsumen terbanyaknya adalah para turis asing khususnya dari Jepang. Besarnya minat para turis negeri Matahari Terbit itu terhadap kain ulos boleh jadi karena seringnya Martha mengikuti berbagai pameran yang digelar di Jepang. Martha menyebut motif Ragi Iduplah yang paling digemari orang Jepang. ‘’Mereka suka membeli barang yang merupakan ciri khas daerah tertentu yang tidak ada di tempat lain,'’ ujarnya.
Khusus untuk motif Ragi Idup yang disenangi warga negeri Sakura, menurut Martha harus ditenun di daerah asalnya. Mereka pernah mencoba di Pekalongan, namun hasilnya tidak sebagus tenunan yang dibuat di Batak.
Sementara untuk konsumen lokal, produk yang banyak dicari adalah baju atau souvenir sebagai hadiah. Pembelinya rata-rata sudah berusia 40 tahun ke atas. Kebanyakan, jelas Martha, mereka berasal dari golongan menengah ke atas.
Soal harga produk-produk yang ditawarkan di Martha Ulos cukup bervariasi. Dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Sebuah dompet dengan motif Ulos bisa dijual seharga Rp 10.000. Sedangkan untuk tas berkisar Rp 30.000 hingga Rp 300.000. Sementara rompi dijual dengan harga Rp 85.000. Yang termahal adalah selendang ulos beserta sarung yang bisa mencapai jutaan rupiah.
Namun pengunjung yang datang ke showroom Martha Ulos kebanyakan memburu pernak-pernik seperti sarung bantal, taplak meja, bed cover, serta tatakan meja makan.
Kehadiran kain ulos ala Martha ini, agaknya mulai mengkonsentrasikan diri dengan membidik pasar luar negeri. Belajar dari pengalaman mengikuti sejumlah pameran bertaraf internasional — diantaranya ke Jepang, Jerman, Canada, Singapura dan Italia — maka Martha yakin produk-produk dari ulosnya bisa merambah pasar dunia. Rencananya, pada September mendatang, Martha akan mengikuti pameran yang dimotori JETRO, dan berlangsung di Fukuoka, Jepang.
Sumber : mg5() Republika Online
Ada 4 tanggapan untuk artikel “Melongok Produk Ulos Moderen A la Martha Ulos”
Silahkan memberikan tanggapan !
Artikel sebelumnya :
» » Anti-graft team condemns Supreme Court decision
Artikel selanjutnya :
» » Gaya-gaya Arsitektur

Pada tanggal 1 Desember 2007 jam 10:20 pm
Pada tanggal 25 Januari 2008 jam 1:50 am
Pada tanggal 13 Mei 2008 jam 6:52 pm
Pada tanggal 15 Mei 2008 jam 3:27 pm