Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
15
Nov '00

Proses Penyidikan Kasus HAM Priok Dimulai


Jaksa Agung Marzuki Darusman, Senin (13/11), melantik 40 jaksa yang telah ditunjuk sebagai anggota tim penyidik kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanjung Priok. Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) MA Rachman ditetapkan sebagai ketua tim.

Dengan demikian, terhitung sejak hari pelantikan, proses penyidikan kasus pelanggaran HAM di Tanjung Priok dimulai. Namun, hingga saat ini belum ditetapkan siapa tersangka dalam kasus terkait.

“Dengan dilantiknya tim penyidik kasus pelanggaran HAM di Tanjung Priok, berarti dimulai proses penyidikan terhadap kasus ini. Tim ini mempunyai waktu tiga bulan untuk melakukan penyidikan, atau dapat diperpanjang tiga bulan lagi bila penyidikan belum selesai. Setelah itu, hasil penyidikan baru dilimpahkan ke pengadilan HAM,” kata Marzuki, usai melantik tim penyidik.

Pelantikan tim penyidik tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan yang dilakukan Komisi Penyelidik dan pelanggaran Hak Asasi Manusia di Tanjung Priok (KP3T). Hasil penyelidikan KP3T diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) tanggal 14 Oktober 2000. Dalam laporannya, KP3T merekomendasikan 23 orang pelaku dan penanggung jawab yang diduga telah melakukan pelanggaran berat HAM di Tanjung Priok. Namun, KP3T tidak bersedia menyebutkan, siapa saja ke-23 orang tersebut.

Menurut Marzuki, saat ini belum bisa diumumkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus Tanjung Priok. Menjadi tugas dan wewenang tim penyidik untuk menentukan para tersangka. “Tim penyidik harus melakukan penyidikan dulu untuk menentukan siapa tersangkanya. Dalam hal ini, tim penyidik akan mengacu pada hasil penyelidikan yang dilakukan KP3T. Pada dasarnya, kita harus beranjak dari situ,” papar Marzuki.

Selain melantik tim penyidik, Marzuki juga melantik tim supervisi yang beranggotakan tiga orang, yaitu M Silaban, Ayudai, dan Rizky. Berbeda dengan tim penyidik kasus pelanggaran HAM di Timor Timur, dalam kasus Tanjung Priok ini tidak dibentuk tim ahli. Hanya ada tim supervisi yang anggotanya berasal dari anggota tim ahli kasus pelanggaran HAM di Timtim.

Sumber : (ika) Harian Kompas, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pulpen dan Uang buat Hakim Laris
Artikel selanjutnya :
   » » Exploring the Hyde Park of Batavia