Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
21
Mar '99

Wartawan “Berita Sore” Dikeroyok Satpam dan Mahasiswa


Wartawan harian Berita Sore, Medan, Arak Nixson (26), dikeroyok seorang Satpam dan belasan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen hingga mata kirinya memar dan pelipis kanannya luka-luka.

Pengeroyokan terjadi, Sabtu (20/3), sekitar pukul 10.30 ketika Nixson meliput aksi unjuk rasa belasan mahasiswa yang menamakan dirinya Kelompok Diskusi Nommensen. Mereka menuntut Rektor Nommensen menyetujui audit total terhadap kekayaan Yayasan HKBP Nommensen.

Di lain pihak, Senat Perguruan Tinggi Nommensen yang dipimpin Rektor Nommensen B Rikson Simarmata MSEE sedang melantik para sarjana lulusan perguruan tinggi itu.

Menurut saksi mata, Irham Hagabean Nasution, pengeroyokan bermula ketika Nixson sedang memotret Satpam yang sedang tarik-tarikan dengan mahasiswa saat akan membubarkan aksi. Setelah memotret, Nixson ditangkap Satpam, Edward, dan ditanyai legalitas kewartawanannya.

Setelah kartu pers ditunjukkan, tiba-tiba Edward, memukul wajah Nixon, dan mahasiswa di luar kelompok aksi yang sudah mengepung ikut memukuli. Akhirnya Nixson jatuh tersungkur di tanah. “Peristiwa ini sudah kami laporkan kepada Poltabes Medan untuk diusut,” kata Nasution yang juga wartawan Berita Sore itu.

Sementara Nixson kepada Kompas mengatakan, ia kenal mahasiswa yang mengeroyok dirinya. “Mereka adalah kelompok mahasiswa yang pro-Indorayon (PT Inti Indorayon Utama -Red). Mungkin karena saya sering memberitakan tentang mereka, yaitu Palti cs, mantan pengurus senat, menaruh dendam kepada saya,” kata Nixson yang ditemui di RS Pirngadi saat diambil visumnya.

Rektor Nommensen, B Rikson Simarmata mengatakan, pihaknya menyesalkan peristiwa pengeroyokan yang amat memalukan itu. “Saya akan panggil Satpam dan mahasiswa yang terlibat pengeroyokan untuk dimintai keterangan. Kalau benar, akan diambil tindakan sesuai peraturan perguruan tinggi,” kata Simarmata yang didampingi Pembantu Rektor II Pantas Silaban.

Sumber : (smn)  Harian Kompas, Medan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Wartawan “Berita Sore” Dikeroyok Satpam dan Mahasiswa”

  1. Tanggapan path:

    syaloom…!!! hidup nommensen dan seluruh warga nya..
    modrenisasi ada karna ada pertikaian….
    benar juga… karna itu menjadi sebuah pembelajaran..
    tangagapan saya .. sebagai warga nommensen ” pintar - pintar lah dalam sendi-sendi kehidupan ini.. baik moral, maupun intelektualisasian..
    mengapa… ? supaya kita menang dalam kekalahan…

    dalam hal ini.. saya meninggikan kepada seluruh kerabat saya .. berhitunglah dari bawah.. jangan dari atas.. horas

  2. Tanggapan auReLita:

    syaLom ,,

    Semua orang berhak melakukan protes jika melihat sesuatu yang tidak wajar,,tetapi dalam kasus Nomensen ini saya punya pandangan,,bahwa apa yg dilakukan mahasiswa disini hanya merupakan tindakan bodoh! kenapa ? jika memang ingin menuntut sesuatu kenapa juga harus merusak fasilitas kampus?? ya kalo memang tuntut,,buat orasi didepan kampus atau mengadakan pertemuan dengan pihak terkait.
    nah,, kita lihat skrg..kampus dirusak..yang akan mengikuti perkuliahan disana kan ya teman2 kalian juga,,saudara bahkan mungkin adek atau kakak,,
    jadi buat apa harus mengorbankan kepentingan banyak orang? kalian mahasiswa bukan preman dijalanan yg sesukanya bertindak anarkis!!

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Mayor Bayu Divonis 6 Tahun - Dipecat dari ABRI
Artikel selanjutnya :
   » » Explosion rocks Istiqlal Mosque