Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
27
Feb '93

Dari khusyuk menjadi amuk


Jemaat gereja hkbp di batam berkelahi kerena pendeta sondang silaban, yang memimpin kebangkitan tidak membacakan hasil sinode istimewa.

GEREJA memang bukan arena huru-hara. Tetapi yang terjadi di gereja HKBP
Batam sungguh di luar kebiasaan. Suasana kebaktian yang seharusnya khusyuk
berubah menjadi amuk. Sekitar seribu orang jemaat bersorak-sorak saling
mencaci maki dan berdesak-desakan. Sementara musik organ yang melantunkan lagu
rohani terus mengalun, si pemain baru sadar ada huru-hara setelah lis- trik
dipadamkan.

Suasana kian kacau. Bentrokan antar jemaat merembet ke dekat mimbar gereja.
Ibu-ibu menangis histeris. Sebagian jemaat yang ketakutan bahkan terpaksa
menghambur ke luar gereja. Untunglah, petugas keamanan segera datang sehingga
keributan yang meledak di tengah kebaktian Minggu, 22 Februari, itu bisa
dikendalikan.

Asal-muasal keributan adalah karena Pendeta Sondang Silaban, yang memimpin
kebaktian, menolak mengumumkan hasil Sinode Agung Istimewa HKBP di Medan bulan
lalu. Yakni, sinode yang ‘’ditugasi'’ Ketua Bakorstanasda Sumatera Bagian
Utara yang memilih Pendeta P.W.T. Simanjuntak sebagai Ephorus HKBP
menggantikan S.A.E. Nababan. Karena Sondang tak membaca hasil sinode itu,
keributan pun meletus
.
Konon adalah Pendeta Resor HKBP Batam, Jhon T.D. Nababan adik kandung S.A.E.
Nababan yang disebut-sebut berdiri di belakang Pendeta Sondang untuk tak
mengumumkan hasil sinode itu. Jhon Nababan tampaknya mempunyai alasan.
‘’Sinode istimewa itu tak sesuai dengan aturan di HKBP,'’ katanya kepada
TEMPO. Selain itu ia mengaku tak pernah diberi tahu soal hasil sinode itu.

Tentu saja hal itu dibantah B. Hasibuan. Sebagai utusan HKBP Batam ke sinode
istimewa di Medan itu ia telah melaporkan hasilnya kepada Jhon. Tapi Jhon tak
peduli. Maklum, bukan hanya abangnya yang tergusur dari jabatan ephorus. Jhon
juga terpental dari posisinya sebagai pendeta Resor Batam. Sebab pejabat
Ephorus Siahaan telah menunjuk Pendeta M.K. Midian Sirait sebagai pengganti
Jhon, 4 Februari lalu, beberapa hari sebelum sinode dibuka.

Untung, huru-hara itu tak berbuntut panjang. Sejumlah aparat keamanan datang,
kebaktian dilanjutkan dengan tenang. Lalu seorang panatua gereja, M.K.
Hutauruk, mengumumkan hasil sinode itu.
Sumber : (BL dan ABH) Majalah Tempo, Edisi. 52/XXII/27 Februari - 05 Maret 1993


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Dari khusyuk menjadi amuk”

  1. Tanggapan daniel siregar:

    berita dari seluruh distrik, dan parhalado pusat
    bahwa telah terpilih
    Synode 2008 (Ini baru 90 %)
    Pdt. Dr. Jamlin Sirait sebagai ephorus
    Pdt. Dr. Manalu sebagai sekjen
    Pdt. B.M. Siagian, S.Th sebagai kepala Koinonia
    Pdt. Nainggolan, S.Th sebagai kepala Diakonia
    Pdt. Tampubolon, M.Th sebagai Kepala Marturia

    Ini bocoran yang akan dipromosikan
    dan semoga calon pimpinan tersebut bersih dari KKN

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Membeli gengsi kota
Artikel selanjutnya :
   » » Suara wanita jemaat hkbp di batam