Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
5
Okt '91

Godaan jin botol


Akibat alkohol, enam pelajar smp dan sma di kab. dairi (sum-ut) ditangkap polisi. mereka telah be- berapa kali mencuri. masing-masing memeng, binsar, togap, tumpak rambe, eskia dan ucok.

Uap alkohol menggiring sejumlah pelajar jadi maling. Pengalaman pertama menyikat milik gereja.

EMBUN mencucuk tulang nyaris saban malam mencekam Sidikalang. Ibu kota Kabupaten Dairi di Sumatera Utara ini terletak di kaki pegunungan Bukit Barisan. Untuk menghangatkan tubuh, enam remaja di kota itu menenggak minuman keras. Ketagihan. Ketika kantong kosong, timbul soal. Tak mungkin lagi mereka mengecoh orangtua minta uang dengan dalih mau membeli buku.

Setahun belakangan, mereka merayahi sejumlah rumah orang kaya, termasuk rumah pejabat. Lebih gawat. sekolah dan gereja juga dimangsa. Namun, mereka akhirnya dikalahkan polisi. Mereka, lima di antaranya pelajar SLTP dan SLTA, dijebloskan ke dalam bui.

Hari sialnya jatuh awal Agustus lalu di rumah Karmen Ompusunggu. Di situ mereka menjarah Rp 800 ribu. Eskia Parulian Tampubolon segera dicurigai Sersan Dua Pesta Simarmata. Pelajar SMP Bukit Cahaya ini bertetangga dengan korban. Ia pernah ditangkap polisi karena mencuri.

Ketika diringkus, Eskia mengaku. Akibatnya, kelima remaja lainnya serempak ditangguk polisi, pertengahan September lalu. Mereka adalah Memeng, 17 tahun, serta Binsar, 17 tahun, keduanya pelajar SMA di sana, Togap Silaban dan Tumpak Rambe, satu sekolah dengan Eskia, lalu Ucok, 17 tahun, satu-satunya yang drop out dari SD lima tahun lalu.

Riwayat maling muda ini bermula setahun lalu di Gereja HKBP di kota itu. Pelakunya, Ucok, Binsar dan Memeng. Ucok mencongkel jendela gereja, pada suatu malam. Masih gemetar. “Soalnya baru pengalaman pertama,” kata Ucok kepada Affan Bey Hutasuhut dari TEMPO. Panennya berupa jam dinding dan pengeras suara, yang sehari kemudian dilego dengan harga miring. Uangnya ludes menguap di mulut botol.

Sasaran berikut adalah rumah Hutapea Kepala Gudang Kantor Farmasi Sidikalang. Memeng dan Ucok menggotong TV warna dan sejumlah barang berharga lainnya. Juga dari mobil, yang dicomot bukan hanya tape recorder, melainkan sekalian dashboard-nya juga.

Uang habis botol binasa, hari-hari sekitar Oktober 1990 itu merupakan masa panen mereka. Mobil yang parkir di halaman Hotel Angkasa dicongkel pintunya. Isinya disikat, dihasilkan Rp 2,6 juta. Kemudian Ucok berceloteh, “Seminggu kami pesta semalam suntuk dengan teman-teman.”

Sasaran lain adalah kantor SMEA milik pemda setempat. Dari sini diboyong tape dan ampli, yang mereka jual dengan harga murah. “Pokoknya, ada duit buat tenggen,” kata Ucok.

Polres Dairi yang menerima pengaduan para korban, bingung juga mulanya. “Modus pencurian sama,” kata Wakapolres Dairi, Mayor P.S. Ginting. Misalnya, ada bekas dicongkel paksa dengan linggis. Meski menurut penilaian polisi belum profesional — misalnya tak pakai kunci palsu — indikasi siapa pelakunya belum tampak. Titik terangnya baru mencogok dari kejadian di rumah Ompusunggu tadi, hingga mereka semua diberangus polisi.

Sipahutar, seorang guru di SMP Bukit Cahaya, kaget mendengar kabar itu. “Setahu saya mereka pelajar yang baik,” katanya. Tingkat kecerdasan mereka juga lumayan. Namun, Sipahutar tidak tahu: mereka beroperasi usai sekolah. Jika ada PR, menurut mereka, cukup disontek dari temannya sekelas.

Mereka terpeleset ke dunia maling lantaran tergoda jin botol alias alkohol. Memeng, misalnya, mengaku sudah lima tahun kecanduan. Ucok kerasukan alkohol sejak ayahnya meninggal, 1982. “Saya bosan menasihatinya,” kata ibunya, yang berjualan sayur di Pasar Sidikalang.

“Anak seusia itu seharusnya lebih banyak belajar ketimbang bergadang,” kata Kapolres Dairi, Letnan Kolonel Baruto Badrus.

Para remaja itu kini menyesal.
Sumber : (Bensihar Lubis ) Majalah Tempo,  Edisi. //05 - 11 Oktober 1991


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Godaan jin botol”

  1. Tanggapan Galih:

    ya,gue setuju dari pada begadang lebih baik kita belajar di rumah nambah-nambah ilmu pengetahuan ketimbang mabok dijalanan!jangan sampai gue GAPTEK ketinggalan zaman gitu lho!SAY NO TO ALCOHOL!!!!!!!

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Hak kumpul istri
Artikel selanjutnya :
   » » Padi menyibak jejak